Lappung – Lampung siap menjadi tuan rumah Recaka Musik Tradisi.
Dalam upaya memajukan dan memperkuat ekosistem musik tradisi di Indonesia, Kemendikbudristek kembali menggelar Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI).
Baca juga : Puji Raharjo: Menghargai Budaya, Barometer Seseorang Moderat dalam Beragama
Tahun ini, Lampung terpilih sebagai salah satu tuan rumah dengan mengusung tema Recaka Musik Lampung, yang akan diadakan di Wayhalim, Bandarlampung, pada 13-14 Juli mendatang.
Festival ini bertujuan untuk menyebarluaskan dan memajukan musik tradisi Lampung, menjadikannya lebih diminati oleh masyarakat, khususnya generasi muda.
Selain itu melestarikannya sebagai warisan budaya Indonesia.
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mengembangkan musik tradisi agar dapat diterima dan dicintai oleh masyarakat.
“Kearifan lokal yang terkandung dalam musik tradisi menyimpan pengetahuan yang masih relevan sampai saat ini.
“Sehingga penting bagi kita semua untuk melestarikan dan mengembangkan musik tradisi,” ujar Nadiem, Selasa, 9 Juli 2024.
Baca juga : 3 Situs Lampung Cagar Budaya Nasional
Sejak tahun 2021, Kemendikbudristek telah sukses menyelenggarakan 3 kali FMTI.
Dimulai dari Danau Toba dan Labuan Bajo pada 2021, diikuti oleh Danau Toba dan Tidore pada 2022, serta Danau Toba, Tidore, dan Kutai Kartanegara pada 2023.
Tahun ini, FMTI akan hadir di Lampung, Tidore, dan Samarinda, dengan harapan dapat mengangkat potensi musisi tradisi di setiap daerah.
Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek, Hilmar Farid, menyatakan bahwa FMTI adalah bagian dari upaya penguatan jati diri bangsa.





Lappung Media Network