Pada sisi lain, Bawaslu Waykanan terus memusatkan perhatiannya pada penyelidikan terkait acara yang menjadi sorotan di Balai Kampung Argomulyo.
Baca juga : Sengketa Pemilu di Lampung Dijamin Tuntas
Meski informasi awal menunjukkan bahwa itu merupakan kegiatan dari provinsi.
Komisioner Bawaslu Waykanan, Sigit Dwi Suwardi, mengaku bahwa pihaknya masih berupaya untuk mengumpulkan semua bukti dan informasi yang diperlukan.
Hal itu untuk memahami secara menyeluruh peristiwa tersebut.
Sebelumnya, lanjut Sigit, Bawaslu Waykanan menerima informasi bahwa acara yang berlangsung di Balai Kampung Argomulyo, Banjit, pada 25 September 2023, merupakan kegiatan yang berasal dari tingkat provinsi.
Namun, dalam pernyataannya, Sigit menegaskan bahwa hasil penyelidikan yang sedang berlangsung masih belum dapat diputuskan.
“Kami berkomitmen untuk menyelidiki masalah ini secara obyektif dan profesional. Meskipun kami telah menerima informasi awal, kami memerlukan waktu untuk mengumpulkan bukti-bukti yang kuat.
“Dan menyusun gambaran lengkap terkait acara tersebut. Hasil penyelidikan akan kami sampaikan sesegera mungkin begitu semuanya telah terkumpul,” tambahnya, Selasa, 3 Oktober 2023.
Dalam konteks penyelidikan ini, Bawaslu Waykanan juga akan menilai apakah ada pelanggaran yang dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam acara tersebut.
Atau, apakah acara tersebut berada di luar ruang lingkup kegiatan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
“Termasuk pada caleg, ini masih berproses,” ujar dia.
Untuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat dan pihak yang terkait untuk tetap tenang dan memberikan kerjasama penuh dalam penyelidikan ini.
Ia menekankan bahwa proses hukum harus dijalani dengan adil dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Sebelumnya, acara sosialisasi percepatan penurunan stunting diselenggarakan oleh perwakilan BKKBN Provinsi Lampung.
Acar itu menggandeng Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Waykanan, dan menjadi sorotan.
Sorotan ini setelah terungkap bahwa dalam acara tersebut terjadi pembagian stiker dan kalender yang menciptakan kontroversi dari caleg DPR RI.
Dia adalah Tricia Lelonowati Sumarijanto, yang mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari Dapil Lampung II melalui PDIP.
Yang menjadi salah satu narasumber dalam acara tersebut.
Namun, setelah acara berakhir, tim Tricia membagikan stiker dan kalender yang mencantumkan pesan kontroversial.
Tulisan di kalender tersebut, Ganjar Pranowo Calon Presiden 2024, Tricia Lelonowati Sumarijanto Caleg DPRI Dapil Lampung II, serta gambar mencoblos angka 3.
Pesan tersebut menciptakan kebingungan dan kontroversi, terutama karena kampanye untuk pemilihan legislatif belum dimulai.
Ditambah acara tersebut melibatkan para ASN dan Komisi IX DPR RI Itet Tridjajati Sumarijanto, yang tak lain ibu kandung dari Tricia Lelonowati Sumarijanto.
Baca juga : LTM PCNU Bandarlampung: Masjid Bukan untuk Berpolitik





Lappung Media Network