Lappung – Luas tambah tanam padi Lampung naik drastis dan lahan rawa jadi andalan.
Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan luas tambah tanam (LTT) padi pada 2025 mencapai 1,03 juta hektare.
Baca juga : Menko Zulhas Salurkan Bantuan Pangan dan Bibit ke Korban Banjir Lampung Selatan
Peningkatan ini diharapkan dapat memperkuat produksi pangan dan mendukung program swasembada nasional.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Lampung, Bani Ispriyanto, mengatakan bahwa target tersebut mencakup berbagai skema.
Termasuk optimalisasi lahan rawa dan pola tumpang sisip untuk padi gogo.
“Total luas tambah tanam di Lampung tahun ini ditargetkan mencapai 1.034.000 hektare.
“Angka ini berasal dari LTT reguler, optimalisasi lahan rawa, dan skema tumpang sisip,” ujar Bani, Senin, 17 Februari 2025.
Menurutnya, salah satu faktor yang mendorong peningkatan ini adalah optimalisasi lahan rawa yang melonjak signifikan.
Baca juga : Mentan dan Wakasal Pacu Produksi Pangan di Lampung
Dari yang sebelumnya hanya 28 ribu hektare, kini lahan rawa yang akan dimanfaatkan mencapai 140 ribu hektare.
“Ini peningkatan yang luar biasa. Lahan rawa yang sebelumnya hanya 28 ribu hektare, sekarang sudah diidentifikasi bisa mencapai 140 ribu hektare.
“Tumpang sisip juga meningkat hingga 12 ribu hektare,” tambahnya.
Untuk mendukung pencapaian target tersebut, pemerintah akan memastikan ketersediaan benih padi yang akan disalurkan sesuai kebutuhan petani.
Bantuan benih ini akan disediakan oleh Kementerian Pertanian.
“Benih akan diberikan sesuai dengan luas tambah tanam yang dilakukan.
“Begitu juga dengan pupuk, mekanismenya tetap menggunakan sistem subsidi seperti tahun-tahun sebelumnya,” jelas Bani.
Baca juga : Lampung Tambah Luas Tanam Meski Hadapi Kemarau
Sebelum distribusi benih dan pupuk dilakukan, pemerintah akan melakukan pendataan calon petani dan calon lokasi (CPCL) agar penyaluran tepat sasaran.
“Identifikasi CPCL sangat penting. Dari sini bisa dihitung kebutuhan benih dan pupuk per hektare, sehingga pendistribusiannya berjalan optimal,” lanjutnya.
Luas Tambah Tanam Padi Lampung Naik Drastis Lahan Rawa Jadi Andalan
Upaya perluasan LTT ini bukan tanpa alasan. Pada periode Januari hingga Mei 2024, Lampung baru mencatatkan total luas tambah tanam sekitar 400 ribu hektare.
Sementara itu, pada Februari 2024 saja, capaian LTT mencapai 250 ribu hektare, dan periode April-Mei ditargetkan bertambah 70 ribu hektare.
Dengan capaian tersebut, target 1,03 juta hektare di 2025 dinilai cukup ambisius, namun bukan mustahil.
“Kita optimistis, karena potensi pertanian di Lampung sangat besar.
“Dengan dukungan benih, pupuk, dan pendampingan yang baik, produktivitas bisa terus meningkat,” pungkas Bani.
Baca juga : Kunjungan Kemenhan: Pesawaran Siap Tanam 10 Kali Setahun





Lappung Media Network