Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Ekonomi » Memutus Rantai “Mismatch” di Lampung: Menanti Tuah BLK Industri Agro

    Memutus Rantai “Mismatch” di Lampung: Menanti Tuah BLK Industri Agro

    by Irzon Dwi Darma
    15/01/2026
    in Ekonomi
    Memutus Rantai "Mismatch" di Lampung: Menanti Tuah BLK Industri Agro

    Ilustrasi-Aktivitas di kawasan industri pengolahan hasil perkebunan. Rencana pembangunan Balai Diklat Industri (BLK) Agro di Lampung pada 2027 diharapkan mencetak SDM bersertifikat guna mendukung hilirisasi dan mengatasi kesenjangan tenaga kerja. Foto: Arsip DBS/Lappung/I

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Ambisi Lampung bertransformasi dari lumbung pangan menjadi pusat hilirisasi agro nasional menghadapi tembok tebal, kesenjangan (mismatch) kompetensi tenaga kerja.

    Rencana Kementerian Perindustrian mendirikan Balai Diklat Industri (BLK) spesifik agro di Lampung pada 2027 dinilai bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan kebutuhan mendesak untuk menyelamatkan investasi.

    Baca juga : Pemprov Lampung-Kemenperin Gaet Investasi Industri Agro, Kopi dan Singkong Jadi Andalan

    Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, menyoroti fenomena banyak ijazah, minim keahlian yang kini menjangkiti pasar kerja lokal.

    Menurutnya, lulusan pendidikan formal sering kali gagap saat berhadapan dengan teknologi industri terkini.

    “Kita harus jujur, berapa banyak lulusan kita yang siap mengoperasikan mesin refinery sawit modern atau paham teknik pengolahan singkong tingkat lanjut?

    “Ijazah ada, tapi kompetensi spesifik nol. Ini yang membuat investor terpaksa mendatangkan tenaga kerja dari luar,” tegas Mahendra di Bandarlampung, Kamis, 15 Januari 2026.

    Sertifikasi di Atas Teori

    Mahendra menilai langkah Kemenperin yang didukung pemerintah daerah ini krusial karena BLK Industri memiliki DNA berbeda dengan sekolah umum.

    Kurikulumnya berbasis unit kompetensi riil, bukan sekadar teori di atas kertas.

    Mengacu pada konsep Human Capital dari Gary Becker, Mahendra menyebut investasi pada pelatihan spesifik adalah satu-satunya cara mendongkrak produktivitas secara instan.

    “Industri butuh operator yang paham standar prosedur internasional dan tersertifikasi.

    “Jika BLK ini berjalan sesuai jalurnya, kita sedang mencetak tenaga kerja ‘siap pakai’, bukan ‘siap latih’,” ujarnya.

    Keunggulan Komparatif

    Lebih jauh, Mahendra membedah potensi ekonomi Lampung melalui kacamata teori David Ricardo.

    Baca juga : Hilirisasi, Kolaborasi, dan Energi Surya: Menakar Wajah Baru Industri Lampung 2025

    Selama ini, Lampung terlena dengan keunggulan komparatif berupa sumber daya alam melimpah (kopi, sawit, singkong) namun miskin nilai tambah karena dijual mentah.

    Kehadiran BLK Industri Agro diproyeksikan mengubah paradigma tersebut menjadi keunggulan kompetitif.

    Dengan tersedianya SDM terampil lokal, biaya operasional investor bisa ditekan karena tidak perlu merekrut tenaga ahli dari Jawa atau luar negeri.

    Sinergi Pusat-Daerah

    Mahendra turut menggarisbawahi peran strategis para pemangku kebijakan dalam merealisasikan rencana ini.

    Komitmen Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, dalam mendesentralisasi pusat pelatihan dinilai klop dengan visi Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal.

    “Gubernur Mirza punya visi jelas membawa Lampung keluar dari jebakan ekonomi komoditas.

    “Sinergi tersebut, ditambah peran teknis Plt Kadis Perindag Zimmi Skil dalam eksekusi lapangan, menjadi kunci agar target 2027 tidak meleset,” tambah Mahendra.

    Ia menekankan, jika dikelola profesional, BLK akan menjadi jembatan emas bagi kesejahteraan masyarakat.

    “Target akhirnya jelas, mengurangi pengangguran terdidik dan memastikan warga Lampung menikmati kue pembangunan dari kekayaan alamnya sendiri,” pungkasnya.

    Baca juga : Nasib Industri Lampung: Antara Lonjakan Agro dan Stagnasi Manufaktur Berat

    Tags: #BLKIndustriLampung#HilirisasiAgro#MahendraUtama#TenagaKerjaTerampilLampung
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Aturan Baru! Saat Kamis Beradat, Dilarang Gengsi Bicara Bahasa Lampung

    Next Post

    Lunas! Kejari Bandarlampung Sukses Pulihkan Total Rp21,6 Miliar Uang Negara Kasus Jalan Sutami

    Related Posts

    Ekonomi

    Fahri Hamzah: Baku Beri Alarm atas Krisis Perumahan Nasional

    06/06/2026
    Ekonomi

    Apa Saja Tipe SPBU Pertamina (Lembaga Penyalur BBM)?

    29/04/2026
    Ekonomi

    Siapa Saja 17 Bos BPI Danantara, Inilah Daftar Lengkapnya

    28/04/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Apa Perbedaan AMOLED dan IPS LCD: Mana yang Lebih Baik?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Apa Saja Perbedaan 4G dan 5G? Inilah Penjelasan Lengkapnya yang Wajib Anda Ketahui

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Uji Coba Strategis PTPN I di Kebun Rejosari Natar

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mengapa Proyek Sorgum Skala Besar Kerap Mengalami Kegagalan?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Potensi Emas Hijau: Udang Galah Rawa Jitu dan Mesuji Timur Melambung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Panduan Lengkap Investasi Reksadana untuk Pemula: Mengenal Tentang Investasi Reksadana

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    Exit mobile version