Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Gaya Hidup » Moda Transportasi Pilihan Warga Lampung ke Yogyakarta

    Moda Transportasi Pilihan Warga Lampung ke Yogyakarta

    Irjen by Irjen
    19/10/2025
    in Gaya Hidup
    Moda Transportasi Pilihan Warga Lampung ke Yogyakarta

    Pesawat dan bus menjadi pilihan moda transportasi warga Lampung ke Yogyakarta. Foto: Istimewa

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Perjalanan dari Lampung menuju Yogyakarta, 2 provinsi dengan kekhasan budayanya masing-masing, kini semakin mudah diakses berkat beragamnya pilihan moda transportasi.

    Dari bus antarkota yang ekonomis hingga penerbangan transit yang lebih cepat, warga Lampung memiliki preferensi yang berbeda tergantung pada kebutuhan, anggaran, dan kenyamanan.

    Baca juga : Radin Inten Bisa Jadi Hub Udara

    Menurut Mahendra Utama, pemerhati pembangunan, pilihan moda transportasi ini tidak hanya soal perpindahan fisik, tetapi juga cerminan dari kemampuan adaptasi dan pertimbangan ekonomis masyarakat.

    “Perjalanan Lampung-Yogyakarta bukan sekadar soal jarak.

    “Ini adalah tentang bagaimana warga memilih cara bepergian yang paling pas untuk mereka: hemat, efisien, dan fleksibel,” ujarnya, Minggu, 19 Oktober 2025.

    Jalur Darat

    Hingga saat ini, jalur darat masih menjadi primadona bagi sebagian besar pelancong asal Lampung.

    Operator bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) seperti Puspa Jaya, DAMRI, dan Sinar Jaya menjadi pemain utama di rute ini.

    “Bus tetap menjadi favorit karena harganya yang terjangkau, mulai dari Rp320 ribuan.

    “Meskipun perjalanannya panjang, sekitar 20 hingga 22 jam, banyak yang justru menikmatinya sebagai bagian dari petualangan,” jelas Mahendra.

    Ia menambahkan, persepsi perjalanan bus yang melelahkan perlahan mulai berubah.

    Fasilitas bus kelas eksekutif kini semakin memanjakan penumpang dengan kursi yang dapat direbahkan (reclining seat), penyejuk udara (AC), hingga layanan makan malam.

    “Bagi banyak orang, perjalanan darat yang panjang ini menjadi waktu untuk refleksi dan bersantai, menikmati pemandangan lintas Sumatera-Jawa hingga tiba di Yogyakarta saat fajar,” tambahnya.

    Transportasi Udara

    Bagi mereka yang mengutamakan kecepatan dan efisiensi waktu, pesawat terbang menjadi alternatif utama, meskipun harus melalui penerbangan transit.

    Maskapai seperti Lion Air, Garuda Indonesia, dan Super Air Jet melayani rute dari Lampung (TKG) ke Yogyakarta (YIA) dengan transit di Jakarta (CGK) atau kota besar lainnya.

    “Pilihan terbang jelas menghemat tenaga. Total waktu perjalanan, termasuk transit, bisa berkisar antara 4 hingga 6 jam,” kata Mahendra.

    Baca juga : Liburan ke Dieng Makin Mudah, DAMRI Buka Rute Langsung dari Lampung

    Namun, kenyamanan ini datang dengan harga yang lebih tinggi.

    Tiket pesawat untuk rute ini biasanya dibanderol mulai dari Rp800 ribu hingga di atas Rp1 juta, tergantung pada musim dan waktu pemesanan.

    “Ini adalah pilihan logis bagi mereka yang tidak ingin lelah di jalan, meski harus menyiapkan anggaran lebih,” terangnya.

    Selain 2 pilihan utama tersebut, Mahendra juga menyoroti adanya tren kreatif di kalangan pelancong, yaitu mengombinasikan moda transportasi.

    “Ada juga yang memilih naik bus dulu ke Jakarta, lalu menyambung perjalanan dengan kereta api ke Yogyakarta.

    “Cara ini menawarkan fleksibilitas dan pengalaman perjalanan yang berbeda, merasakan sensasi jalur darat sekaligus kenyamanan kereta api,” ungkapnya.

    Pada akhirnya, apa pun moda transportasi yang dipilih, perjalanan dari Lampung ke Yogyakarta melambangkan lebih dari sekadar perpindahan.

    “Ini adalah pertemuan dua budaya yang sama-sama hangat, dari kopi robusta Lampung hingga manisnya gudeg Yogyakarta.

    “Semua terhubung oleh sebuah perjalanan panjang yang merekatkan negeri,” tutup Mahendra.

    Baca juga : Membuka Pintu Dunia: Saat Pemerintah Memperbanyak Bandara Internasional

    Tags: #MahendraUtama#TransportasiDaratDAMRILampungYogyakarta
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Kritik Keras Sujiwo Tejo, Anak Muda Lampung Kurang Bangga Bahasa Daerah

    Next Post

    Raih Apresiasi Terbaik Nasional, Dewan Dakwah Lampung Lantik Pengurus Periode 2025-2030

    Related Posts

    Bandar Lampung 2036: Menanam Ruko, Memanen Hulu, Karya: Mahendra Utama
    Gaya Hidup

    Bandar Lampung 2036: Menanam Ruko, Memanen Hulu, Karya: Mahendra Utama

    11/03/2026
    Lebih Efisien ke Kuala Lumpur atau Jakarta? Ini Analisis Rute Umroh dan Perjalanan dari Lampung
    Gaya Hidup

    Lebih Efisien ke Kuala Lumpur atau Jakarta? Ini Analisis Rute Umroh dan Perjalanan dari Lampung

    22/02/2026
    Satu Tahun Khidmat: Embun bagi Bumi Ruwa Jurai
    Gaya Hidup

    Satu Tahun Khidmat: Embun bagi Bumi Ruwa Jurai

    20/02/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Sering Sebut Galer? Selamat, Istilahmu Kini Resmi Masuk KBBI

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kakanwil BPN Sumsel Sambangi Kantah Banyuasin

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • PDRB Bandarlampung Versus PDRB Palembang: Siapa Unggul?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mayjen Kristomei Sianturi, Putra Kotabumi Lampung, Jabat Pangdam Radin Inten

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kantor Pertanahan Banyuasin Kobarkan Gerakan Gemapatas 2025

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved