Lappung – Jembatan gantung yang menghubungkan Kampung Tanjung Ratu dan Kampung Purnama Tunggal, Way Pengubuan, Lampung Tengah, putus total usai dilintasi kendaraan yang melebihi kapasitas beban, pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Baca juga : Tak Ada Jembatan, Rakit Bambu Jadi Tumpuan Harapan Siswa Marga Tiga Lampung Timur
Jembatan yang konstruksinya didominasi kayu dan kawat seling tersebut ambrol seketika saat sebuah mobil boks yang diduga milik jasa ekspedisi J&T memaksa melintas.
Kronologi
Berdasarkan keterangan warga di lokasi, peristiwa bermula saat mobil boks roda empat mencoba menyeberangi sungai melalui jembatan gantung.
Padahal, infrastruktur tersebut umumnya hanya didesain untuk pejalan kaki dan kendaraan roda dua.
Diduga tak mampu menahan tonase kendaraan, tali penyangga jembatan putus tepat saat posisi mobil berada di tengah bentang sungai.
Akibatnya, truk boks tersebut terjun bebas dan terendam di aliran sungai yang cukup deras.
Dalam rekaman video yang beredar, kondisi jembatan terlihat rusak parah.
Lantai papan kayu hancur berantakan dan kerangka jembatan menjuntai hingga menyentuh permukaan air.
Baca juga : Genjot Konektivitas, Pemprov Lampung Kejar Tayang Proyek 21 Jembatan
“Jembatan putus bro, mobil hanyut,” ucap salah satu saksi mata yang merekam kondisi pasca kejadian.
Tarik Bangkai Mobil
Proses evakuasi berlangsung dramatis. Puluhan warga sekitar bersama aparat desa bahu-membahu menarik bangkai mobil dari dalam sungai.
Dengan menggunakan alat seadanya dan tali tambang, warga berteriak serentak memberikan komando untuk menggeser posisi mobil agar bisa ditarik ke tepian.
“Tarik! Satu, dua, tiga! Semangat, mobil geser!” teriak warga yang berjibaku di tengah kondisi tebing sungai yang licin.
Akses Lumpuh
Meski mobil berhasil diamankan ke pinggir sungai agar tidak hanyut terbawa arus, kerusakan pada jembatan dipastikan total.
Insiden itu praktis melumpuhkan akses pintas warga Kampung Tanjung Ratu menuju Purnama Tunggal dan sebaliknya.
Warga kini berharap adanya penanganan cepat dari pemerintah daerah, mengingat jalur tersebut merupakan nadi perekonomian warga setempat untuk mengangkut hasil bumi dan aktivitas harian.
Baca juga : Usai Viral, Pemerintah Keroyokan Benahi Jembatan Taruhan Nyawa di Tanggamus
