Lappung – Pesona bahari Provinsi Lampung, mulai dari ombak kelas dunia di Krui hingga lumba-lumba di Teluk Kiluan, telah berhasil memikat wisatawan mancanegara.
Namun, potensi besar ini dinilai masih terganjal oleh sejumlah pekerjaan rumah mendasar, terutama terkait infrastruktur dan fasilitas penunjang yang belum optimal.
Baca juga : Membangkitkan Pariwisata Lampung: Solusi Nyata untuk 3 Kendala Klasik
Pemerhati pembangunan, Mahendra Utama, menyatakan bahwa Lampung memiliki semua modal untuk menjadi destinasi wisata kelas dunia.
Nama-nama seperti Tanjung Setia, Pahawang, dan Krui kini tidak lagi asing di telinga turis internasional yang mencari surga tersembunyi di ujung selatan Sumatera.
“Dunia sudah mengakui keindahan pantai Lampung. Media asing bahkan menyebut Lampung memiliki daya tarik besar bagi wisatawan internasional.
“Pertanyaannya sekarang, sudahkah kita mengelolanya secara serius?” ujar Mahendra Utama, Rabu, 17 September 2025.
Menurutnya, keindahan alam saja tidak cukup. Banyak pantai potensial yang sulit diakses karena kondisi jalan yang rusak, minimnya fasilitas yang bersih dan ramah wisatawan, serta promosi yang belum konsisten.
Menanggapi hal ini, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengakui bahwa pertumbuhan sektor pariwisata di daerahnya berjalan sangat pesat secara organik.
Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk menata dan mengorganisir potensi tersebut agar lebih terarah.
“Lampung tumbuh, pariwisatanya sangat luar biasa secara organik. Banyak kuliner, banyak wisata laut dan lain-lain, ini semua organik. Kami sedang berusaha mengorganisir ini supaya terorganisir dengan baik,” kata Gubernur dalam sebuah kesempatan.
Salah satu fokus utama pemerintah, lanjut Rahmat Mirzani, adalah perbaikan infrastruktur jalan.
Menurutnya, akses yang memadai adalah kunci untuk membuka gerbang pariwisata dan ekonomi lokal secara lebih luas.
“Jalan yang lebih baik akan memperlancar arus wisatawan yang datang ke pesisir Lampung, serta mempermudah distribusi produk pertanian dan perikanan dari masyarakat sekitar ke pasar yang lebih luas,” tegasnya.
Baca juga : Bukan Sekadar Wisata: Karakter Mobilitas Udara Lampung-Jakarta
Mahendra Utama menambahkan, ada beberapa langkah konkret yang harus menjadi prioritas.
Pertama, membangun akses jalan yang layak dan mulus ke seluruh destinasi pesisir.
Kedua, memastikan ketersediaan fasilitas yang memadai, mulai dari homestay yang nyaman, warung yang higienis, hingga kebersihan area publik.
“Pengelolaan lingkungan juga krusial. Pantai yang bersih dan laut yang terjaga adalah daya tarik jangka panjang.
“Jangan sampai sampah plastik merusak citra yang sudah terbangun,” jelasnya.
Terakhir, ia mendorong promosi yang lebih gencar dan konsisten di panggung global, tidak hanya menunggu adanya event besar.
“Alam sudah memberikan anugerahnya. Sekarang giliran kita menjawabnya dengan kerja nyata.
“Jika infrastruktur dibenahi dan fasilitas diperkuat, pariwisata bahari Lampung bukan lagi sekadar tempat singgah, tetapi menjadi destinasi utama yang menjanjikan,” pungkasnya.
Baca juga : Agoda: Lampung Jadi Bintang Baru Pariwisata, Minat Melonjak 103 Persen





Lappung Media Network