Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang berjudul: Pendekatan Adat Gubernur Mirza Dorong Investasi dan Ekonomi Lampung.
Pendekatan Adat Gubernur Mirza Dorong Investasi dan Ekonomi Lampung
Oleh: Mahendra Utama*
Pendekatan Sosial Melahirkan Kepercayaan Ekonomi
Silaturahmi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dengan Penyimbang Marga Jabung, pada 6 Juli 2026, memperlihatkan bahwa pembangunan ekonomi tidak hanya bergantung pada anggaran dan proyek fisik. Kepercayaan sosial merupakan fondasi utama tumbuhnya investasi.
Kunjungan tersebut melanjutkan rangkaian komunikasi Gubernur Mirza dengan masyarakat adat, setelah meninjau Desa Wisata Budaya Marga Teluk di Bandar Lampung pada 25 Juni 2026 dan menerima lima Tokoh Adat Sai Batin Way Handak dari Lampung Selatan pada 27 Juni 2026 untuk membahas penguatan kebudayaan, pemberdayaan masyarakat adat, dan pembangunan ekonomi daerah.
Budaya Adalah Modal Ekonomi
Menurut David Throsby melalui teori Cultural Economics, budaya merupakan modal (cultural capital) yang mampu menciptakan nilai ekonomi apabila dikelola melalui kebijakan yang tepat.
Ketika pemerintah membangun kemitraan dengan tokoh adat, kepastian sosial meningkat. Kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi investor karena risiko konflik sosial menurun dan dukungan masyarakat terhadap pembangunan semakin kuat.
Gubernur Mirza juga menegaskan bahwa pembangunan Lampung tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga pembangunan kebudayaan dan sumber daya manusia.
Dampak Ekonomi bagi Lampung
Hubungan harmonis pemerintah dan masyarakat adat akan mempercepat pembangunan kawasan, memperkuat ekonomi desa, serta mendorong berkembangnya UMKM berbasis budaya seperti kain tapis, kuliner, dan kerajinan lokal.
Dalam jangka panjang, strategi ini akan meningkatkan daya saing Lampung sebagai daerah yang aman, berbudaya, dan menarik bagi investasi. (*)
——————————————————————-
* Penulis: Mahendra Utama adalah Pemerhati Pembangunan.
