Lappung – Pengguna jasa penyeberangan di Pelabuhan Merak-Bakauheni diminta waspada.
Jelang akhir tahun, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengimbau pengguna jasa kapal penyeberangan agar mewaspadai potensi cuaca ekstrim di sejumlah titik wilayah.
Baca juga : Hingga September 2023, ASDP Angkut 3 Juta Unit Kendaraan Logistik
Serta memastikan kondisi kesehatan baik tubuh maupun kendaraan yang digunakan agar tetap prima selama perjalanan.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin menjelaskan langsung soal ini, Kamis, 9 November 2023.
Shelvy menyebut, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa ada kemungkinan terjadinya cuaca cukup ekstrem saat peralihan musim kemarau ke musim penghujan.
Peralihan itu dimulai pada periode Oktober-Desember 2023 dengan puncaknya akan terjadi pada Januari-Februari 2024.
“Tentunya aspek keamanan dan keselamatan seluruh pengguna jasa termasuk petugas ASDP dan seluruh stakeholder penyeberangan.
“Dengan menghadirkan pelayanan prima baik di kapal maupun pelabuhan, menjadi fokus dan prioritas utama kami,” ujarnya.
Baca juga : ASDP Bakal Bangun Museum Siger di BHC
Manajemen ASDP, lanjutnya, telah mempersiapkan sejumlah langkah antisipasi dalam setiap pelayanan penyeberangan kapal ferry ASDP yang beroperasi pada 34 pelabuhan di seluruh Indonesia.
Adapun saat ini di sejumlah wilayah di Indonesia tengah terjadi peralihan musim kemarau ke musim penghujan.
Menurutnya, saat musim pancaroba terjadi potensi terjadinya cuaca ekstrem tentu dapat berdampak pada pelayanan kapal penyeberangan.
“Karenanya, kami terus mengingatkan kepada pengguna jasa agar tetap waspada, jaga kesehatan dan juga memastikan kendaraan yang digunakan laik jalan,” ungkapnya.
Manajemen, tentunya, juga memastikan langkah antisipatif yang mencakup koordinasi dengan stakeholder terkait.
Seperti BMKG, aparat kepolisian/TNI, dan otoritas pelabuhan sebelum kapal ferry melakukan pelayaran untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.
Pihaknya juga memastikan kelengkapan alat-alat keselamatan sesuai dengan SOP pelayanan yang berhubungan dengan aspek keselamatan.
Diantaranya sekoci, inflatable liferaft (rakit penolong), APAR dan hidran.
“Serta life jacket yang tersedia di kapal dan dalam kondisi baik, yang siap digunakan saat situasi darurat,” jelas Shelvy.





Lappung Media Network