Lappung – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah strategis yang dinanti masyarakat.
Pemerintah resmi memangkas Passenger Service Charge (PSC) atau biaya pelayanan penumpang di bandara hingga 50 persen, sebagai upaya menekan harga tiket pesawat yang kerap melonjak di musim liburan.
Baca juga : Perintah Prabowo: Harga Pupuk Subsidi Langsung Turun
Kebijakan ini disambut positif publik karena dinilai berpihak pada masyarakat menengah dan sektor pariwisata.
Pemerhati pembangunan Mahendra Utama menilai, keputusan tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menyeimbangkan antara kepentingan industri penerbangan dan kebutuhan publik.
“Langkah Presiden Prabowo menunjukkan arah kebijakan yang jelas, rakyat harus tetap bisa menikmati perjalanan tanpa terbebani harga tiket yang tinggi.
“Pemerintah ingin memastikan libur Nataru bisa dinikmati semua kalangan,” ujar Mahendra Utama, Jumat , 24 Oktober 2025.
Menurut Mahendra, kebijakan pemangkasan PSC yang dikoordinasikan oleh Kementerian Perhubungan bersama PT Angkasa Pura akan memberi efek domino terhadap industri penerbangan nasional.
Baca juga : 1 Tahun Prabowo-Gibran: Catatan Perjalanan Menuju Indonesia Emas 2045
Maskapai diharapkan lebih transparan dalam menetapkan tarif, sementara operator bandara perlu berinovasi agar tetap bisa memberikan pelayanan terbaik meski pendapatannya dari PSC berkurang.
“Kebijakan ini akan memacu efisiensi dan transparansi harga di industri penerbangan.
“Operator dan maskapai ditantang untuk kreatif tanpa mengorbankan kualitas layanan,” tambah Mahendra.
Dampak kebijakan ini mulai terasa. Penjualan tiket pesawat domestik dilaporkan meningkat, sektor pariwisata kembali bergairah, dan masyarakat menunjukkan kepercayaan lebih tinggi terhadap arah kebijakan transportasi udara nasional.
Selain membantu masyarakat mendapatkan tiket yang lebih terjangkau, langkah itu juga diyakini menjadi stimulus untuk menggerakkan perekonomian daerah, terutama destinasi wisata yang mengandalkan lonjakan wisatawan di akhir tahun.
“Presiden Prabowo ingin memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga. Ini bukan hanya soal harga tiket, tapi soal rasa keadilan ekonomi,” kata Mahendra menegaskan.
Dengen begitu, libur Nataru tahun ini pun diprediksi akan terasa berbeda.
Lewat tiket pesawat yang lebih murah dan layanan bandara yang tetap terjaga, masyarakat bisa merasakan bahwa kebijakan pemerintah benar-benar berpihak kepada rakyat.
Baca juga : Dampak Diplomasi Internasional Prabowo Subianto Bagi Indonesia
