Lappung – PT Pertamina Eksplorasi Produksi (EP) Regional 1 Sumatera bersiap memulai sebuah proyek eksplorasi masif untuk memburu cadangan minyak dan gas bumi (migas) baru.
Proyek bertajuk Survei Seismik 2D Gerbera ini akan membentang sepanjang 688,5 kilometer, membelah daratan 5 kabupaten di Lampung hingga ke wilayah Sumatera Selatan.
Baca juga : Percepat Ekspor, Fasilitas Fumigasi di Pelabuhan Panjang Resmi Beroperasi
Kegiatan itu merupakan langkah strategis untuk memetakan potensi sumber daya energi di bawah permukaan bumi, yang diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional di masa depan.
“Survei ini bertujuan untuk mencari dan memetakan prospek cadangan minyak dan gas bumi. Ini adalah bagian dari Proyek Strategis Nasional,” ungkap Vice President Exploration Pertamina EP Regional 1 Sumatera, Suprayitno Adhi Nugroho, dalam keterangannya, Rabu, 13 Agustus 2025.
Mengintip Perut Bumi
Metode yang digunakan, dikenal sebagai survei seismik 2D, pada dasarnya adalah upaya mengintip isi perut bumi.
Prinsip kerjanya mirip dengan teknologi ultrasonografi (USG) di dunia medis, namun dalam skala yang jauh lebih besar.
Baca juga : Eksportir sebagai Pilar Ekonomi Lampung dan Peran Strategis Kepemimpinan Muda
Gelombang suara akan dipancarkan ke dalam tanah dan pantulannya akan ditangkap kembali oleh sensor.
Data pantulan ini kemudian diolah menjadi citra dua dimensi yang menggambarkan struktur lapisan batuan di bawah permukaan.
Dari citra inilah, para ahli geologi dapat menganalisis dan mengidentifikasi area yang berpotensi mengandung hidrokarbon.
Rencana besar ini sejatinya sempat digagas pada 2012 silam namun batal terlaksana.
Kini, setelah lebih dari satu dekade, proyek ini kembali dihidupkan dengan tahap perizinan yang tengah berjalan intensif sebelum masuk ke persiapan teknis dan pengadaan peralatan.
Melintasi Ratusan Desa di 2 Provinsi
Skala proyek ini sangatlah luas, tidak hanya dari segi jarak tetapi juga cakupan wilayah administratif.
Baca juga : Poros Lampung-Kepri-Jateng-Malut, Gempur Pasar Ekspor
Jalur survei akan menjadi saksi bisu aktivitas eksplorasi yang melintasi total 35 kecamatan dan 142 desa.
Di Provinsi Lampung, 5 kabupaten akan dilintasi, yaitu:
- Tulang Bawang
- Tulangbawang Barat
- Waykanan
- Lampung Tengah
- Lampung Timur
Sementara di Provinsi Sumatera Selatan, jalur survei akan melewati Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Komering Ulu (OKU) Timur.
Suprayitno menyebut bahwa Lampung, khususnya di wilayah laut dan Lampung Timur, telah menunjukkan sinyal potensi migas yang menjanjikan.
“Beberapa wilayah bahkan sudah menikmati hasilnya,” ujarnya.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya sinergi antara industri hulu migas dengan pemerintah daerah dan perusahaan lokal.
Ia juga menyoroti agar distribusi manfaat, terutama melalui dana bagi hasil (DBH), dapat lebih optimal sehingga daerah penghasil benar-benar merasakan dampak positif dari kekayaan alamnya.
“Data yang dihasilkan dari survei ini akan menjadi data valid sebagai dasar untuk kegiatan eksplorasi di masa depan,” pungkasnya.
Baca juga : 130 Ribu M3 LNG Mendarat di Lampung, PGN Pastikan Stok Aman





Lappung Media Network