Lappung – Pesisir Barat genjot literasi anak lewat distribusi buku KREASI.
Ribuan buku cerita anak dan panduan literasi numerasi didistribusikan kepada 31 sekolah mitra di Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar).
Baca juga : Bak Zaman Kuno, Warga Pesisir Barat Lampung Gotong Pasien Lalui Medan Ekstrem
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kolaborasi Untuk Edukasi Anak Indonesia (KREASI) yang diinisiasi Save The Children Indonesia dan Yayasan Guru Belajar (YGB), bekerja sama dengan Pemkab Pesibar.
CEO Save The Children Indonesia, Dessy Ukar Kurwiany, menjelaskan program KREASI bertujuan memperkuat kemampuan literasi, numerasi, dan karakter anak.
Menurutnya, akses terhadap bahan bacaan berkualitas sangat penting.
“Save The Children Indonesia dapat mendistribusikan 5.000 buku cerita rakyat dan non-tek, serta 91 buku panduan literasi numerasi untuk 31 sekolah mitra,” ujar Dessy Ukar Kurwiany, dikutip pada Jumat, 2 Mei 2025.
“Setiap SD menerima 300 buku, TK 100 buku, dan guru menerima panduan,” tambahnya.
Baca juga : Dana Seret, Pembangunan RS Tipe C Pesisir Barat Lampung Terancam Molor
Dessy menambahkan, buku dipandang sebagai jembatan untuk menciptakan generasi yang cerdas dan kritis.
Pihaknya berharap buku-buku tersebut dapat digunakan secara aktif di sekolah maupun di rumah, mengingat literasi adalah tanggung jawab bersama.
Pesisir Barat Genjot Literasi Anak Lewat Distribusi Buku KREASI
Bupati Pesibar, dalam sambutan yang dibacakan Kepala Disdikbud Edwin Kastolani Burtha, menyampaikan apresiasi atas bantuan buku tersebut.
Ia menilai distribusi ini bukan sekadar membagikan bacaan, tetapi menanamkan kecintaan membaca pada anak.
Baca juga : Polisi di Pesisir Barat Jadi Tersangka Penyelundupan Benih Lobster
“Buku cerita membuka pintu ke dunia yang luas. Dengan membaca sejak usia dini, karakter dan daya pikir anak-anak mulai terbentuk,” kata Edwin Kastolani Burtha.
Ia menekankan pentingnya fondasi literasi yang kokoh di era digital agar anak mampu berpikir kritis dan menyaring informasi.
Pemkab Pesibar berkomitmen memastikan buku-buku tersebut menjangkau anak di seluruh wilayah, termasuk pelosok pekon.
Kerja sama antara pemerintah, guru, orang tua, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dinilai krusial untuk menciptakan ekosistem literasi yang hidup.
Distribusi buku ini juga diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan.
Baca juga : 510 TKD di Pesisir Barat Dirumahkan, Imbas Regulasi Baru
