Lappung – Hari Buruh 2025 ratusan ribu orang Lampung masih menganggur.
Momentum peringatan Hari Buruh Internasional setiap 1 Mei kembali menyoroti kondisi ketenagakerjaan di berbagai daerah.
Baca juga : BPS: Suku Batak dan Minangkabau Ungguli Pendidikan Sarjana di Indonesia
Di Provinsi Lampung, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa tantangan penyediaan lapangan kerja masih dihadapi, dengan ratusan ribu penduduk tercatat masih berstatus pengangguran.
Menurut data BPS Lampung per Agustus 2024, jumlah penduduk yang belum mendapatkan pekerjaan di daerah ini mencapai 209,16 ribu orang.
Angka ini menjadi perhatian serius, terutama mengingat perjuangan panjang kaum buruh dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan.
BPS Lampung, menyebut bahwa secara absolut, jumlah penganggur memang mengalami peningkatan tipis sebanyak 1,92 ribu orang jika dibandingkan dengan data Agustus 2023.
Baca juga : BPS: Anak Lampung Cuma Lulus SMA
Namun, menariknya, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Lampung justru mencatatkan sedikit penurunan.
“Terjadi peningkatan jumlah pengangguran di Agustus 2024. Namun, menariknya, TPT justru menurun dari 4,23 persen di 2023 menjadi 4,19 persen di tahun 2024,” tulis BPS, yang dikutip pada Kamis, 1 Mei 2025.
BPS merinci, pada Agustus 2024, jumlah penduduk usia kerja di Lampung tercatat sebanyak 7.096,22 ribu orang.
Hari Buruh 2025 Ratusan Ribu Orang Lampung Masih Menganggur
Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.996,75 ribu orang merupakan angkatan kerja. Sementara, penduduk yang berstatus bekerja mencapai 4.787,59 ribu orang.
Angka ini menunjukkan adanya peningkatan penyerapan tenaga kerja sebanyak 89,93 ribu orang jika dibandingkan dengan Agustus 2023.
Peningkatan jumlah angkatan kerja yang signifikan tampaknya menjadi salah satu faktor mengapa jumlah penganggur absolut bertambah meski persentase TPT menurun.
Baca juga : Beda Nasib: Bupati Terkaya Pimpin Wilayah Termiskin di Lampung, Cek Faktanya
Lebih lanjut, BPS juga mengidentifikasi pola penyerapan tenaga kerja didominasi oleh sektor informal.
Proporsi pekerja di sektor ini, yang mencakup berusaha sendiri, berusaha dengan bantuan buruh tidak tetap, pekerja keluarga, serta pekerja bebas, mencapai 69,14 persen.
Meskipun sektor informal masih mendominasi, BPS mencatat adanya tren peningkatan proporsi penduduk yang bekerja pada sektor formal secara bertahap.
Peningkatan ini, meski masih minoritas, dianggap sebagai indikasi positif adanya pergeseran menuju formalisasi dalam dunia kerja Lampung.
Baca juga : BPKP: Lampung Peringkat 4 Korupsi Pendidikan
