Lappung – Dana seret pembangunan RS Tipe C Pesisir Barat Lampung terancam molor.
Impian masyarakat Pesisir Barat (Pesibar), Lampung, untuk memiliki rumah sakit Tipe C yang representatif terancam tertunda.
Baca juga : Lampung Pesisir Menuju Daerah Otonomi Baru, Akademisi: Layak Diajukan
Pasalnya, proyek strategis yang didanai pemerintah pusat ini menghadapi kendala serius akibat minimnya anggaran untuk pembersihan lahan (landclearing).
Kabar kurang menggembirakan ini terungkap saat Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan, dan Wakil Bupati, Irawan Topani, melakukan inspeksi mendadak ke lokasi lahan yang diperuntukkan bagi pembangunan rumah sakit tersebut.
Yang berada di Pasar Way Batu, Lingkungan Gunung Sari, Kelurahan Pasar Kota Krui, Kecamatan Pesisir Tengah pada Jumat, 7 Maret 2025.
Dalam peninjauan yang turut didampingi Pj Sekda Pesibar, Tedi Zadmiko, Kepala Dinas PUPR, Tanwir, serta Kepala Dinkes, Wike Wijayanti, terungkap fakta pahit terkait progres proyek.
Pj Sekda Pesibar, Tedi Zadmiko, kepada awak media di lokasi peninjauan menjelaskan bahwa progres landclearing masih jauh dari harapan.
Baca juga : Polisi di Pesisir Barat Jadi Tersangka Penyelundupan Benih Lobster
“Hasil peninjauan menunjukkan bahwa pengerjaan landclearing sangat minim.
“Dengan kondisi ini, sangat kecil kemungkinan proyek ini bisa selesai sesuai target yang ditetapkan Kementerian Kesehatan, yaitu 14 Maret mendatang,” ungkap Tedi Zadmiko.
Lebih lanjut, Tedi Zadmiko membeberkan akar permasalahan yang menghambat laju proyek ini.
“Kendala utamanya adalah minimnya anggaran. Dari perhitungan awal, kebutuhan anggaran untuk landclearing mencapai Rp32 Miliar.
“Namun, kemampuan keuangan Pemkab Pesisir Barat saat ini sangat terbatas, hanya mampu mengalokasikan Rp6 miliar saja,” paparnya.
Kondisi keuangan yang seret ini, menurut Tedi Zadmiko, menjadi penghalang utama percepatan landclearing.
Baca juga : Pendidikan di Pesisir Barat: Mayoritas Lulusan SD, Hanya 0,006 Persen Bergelar Doktor
“Anggaran Rp6 Miliar itu jelas sangat jauh dari cukup. Bahkan, angka tersebut belum termasuk potensi biaya tambahan jika ada rumah warga yang ternyata masuk dalam area pembangunan rumah sakit,” imbuhnya.
Menyikapi situasi genting ini, Bupati Dedi Irawan langsung mengambil langkah cepat.
Ia menginstruksikan jajarannya untuk segera menjalin komunikasi intensif dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung.
“Bapak Bupati telah menginstruksikan agar kami segera berkoordinasi dengan Pemprov Lampung, khususnya Dinas Kesehatan Provinsi, hingga langsung ke Bapak Gubernur.
“Harapannya, Pemprov Lampung dapat memberikan bantuan anggaran tambahan untuk menutupi kekurangan dana landclearing ini,” jelas Pj Sekda.
Dana Seret Pembangunan RS Tipe C Pesisir Barat Lampung Terancam Molor
Tedi Zadmiko menambahkan, Pemkab Pesibar mendapat sinyal positif dari Pemprov Lampung.
“Informasi yang kami terima, Bapak Gubernur Lampung sangat mendukung pembangunan rumah sakit ini di Pesisir Barat.
“Saat ini, Pemprov Lampung sedang mengkaji ketersediaan APBD Provinsi untuk melihat kemungkinan bantuan tersebut,” tandasnya.
Baca juga : Kasus Korupsi Pesisir Barat: Penyidik Terima Rp320 Juta Lagi dari Tersangka
