Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Saburai » Provinsi Lain di Sumbagsel: Ikut atau Tidak Gerakan Serentak?

    Provinsi Lain di Sumbagsel: Ikut atau Tidak Gerakan Serentak?

    Editor354 by Editor354
    12/06/2026
    in Saburai
    Ikut atau Tidak Gerakan Serentak

    Ilustrasi: OpiniMahe: Provinsi Lain di Sumbagsel: Ikut atau Tidak Gerakan Serentak? (Sumber Foto: Dok. Lappung.COM).

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang berjudul: Provinsi Lain di Sumbagsel: Ikut atau Tidak Gerakan Serentak?

    Provinsi Lain di Sumbagsel: Ikut atau Tidak Gerakan Serentak?
    Oleh: Mahendra Utama*

     

    Desentralisasi dan Variasi Respons Daerah

    Skenario “Gerakan Serentak Penetrasi Pasar 15 Kabupaten/Kota” di satu provinsi memicu pertanyaan logis: apakah provinsi tetangga di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) Sumsel, Bengkulu, Jambi, Bangka Belitung akan melakukan hal yang sama dalam waktu bersamaan?

    Analisis berbasis teori desentralisasi fiskal dan pengalaman program nasional menunjukkan bahwa jawabannya cenderung: tidak identik, dan memang tidak seharusnya identik.

    Kerangka Nasional, Eksekusi Lokal & Badan Pangan dan Momentum Hari Besar

    Pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) rutin menginstruksikan Gerakan Pangan Murah (GPM) menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Namun instruksi ini bersifat kerangka umum.

    Realisasinya sangat bergantung pada kapasitas fiskal daerah, ketersediaan stok di Bulog wilayah setempat, dan kemauan politik kepala daerah.

    Studi Pusat Kajian Desentralisasi Fiskal UI (2024) menegaskan bahwa desain program pusat seringkali memerlukan adaptasi lokal yang kuat agar efektif.

    Mengapa Tidak Semua Bisa Serentak & Teori Desentralisasi Oates

    Wallace Oates (1972) dalam Fiscal Federalism menekankan bahwa keberhasilan kebijakan publik sangat bergantung pada local specific knowledge.

    Provinsi dengan surplus pangan seperti Lampung (jika memang kondisinya demikian) memiliki keleluasaan logistik yang tidak dimiliki provinsi dengan kondisi geografis terfragmentasi seperti Bangka Belitung.

    Sumsel mungkin memilih operasi pasar bertahap di Palembang, sementara Bengkulu fokus pada akses ke daerah pegunungan. Variasi ini bukan kelemahan, melainkan keniscayaan desentralisasi yang sehat.

    Keteladanan, Bukan Keseragaman & Prototipe untuk Direplikasi Sesuai Konteks

    Satu provinsi yang berhasil mengeksekusi gerakan serentak justru menjadi benchmark yang dapat dipelajari oleh provinsi lain.

    Bukan untuk ditiru mentah-mentah, tetapi untuk dipahami prinsipnya: keberanian memangkas rantai, keserentakan sinyal psikologis, dan sinergi erat dengan Bulog.

    Setiap daerah perlu menerjemahkan prinsip ini ke dalam desain yang sesuai dengan struktur pasar, kondisi geografis, dan kapasitas anggaran masing-masing. (*)
    ———————————————————–
    * Penulis: Mahendra Utama adalah Pemerhati Pembangunan.

    Via: M. Satria
    Tags: #MahendraUtama#PemerhatiPembangunanAnalisisSkenarioDesentralisasiFiskalKebijakanPanganOpiniMaheSumbagsel
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Andai Lampung Gelar Penetrasi Pasar Serentak, Ini Manfaatnya

    Next Post

    Lampung Bisa Contoh Sukses Jabar Ekspor Ayam Karkas Bernilai Tinggi

    Related Posts

    Hilirisasi Produk Agro Pesawaran
    Saburai

    Sinergi Media dan Hilirisasi Produk Agro Pesawaran

    31/10/2026
    Coklat Pesawaran
    Saburai

    Coklat Pesawaran: Hilirisasi Kakao dan Kolaborasi Petani Hutan

    31/10/2026
    Ketika Pujian Menjadi Instrumen Manajemen Krisis
    Saburai

    Karhutla, Gas, dan Kabel: Ketika Pujian Menjadi Instrumen Manajemen Krisis

    28/10/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • 7 Jenis Pamor Keris yang Paling Terkenal

      7 Jenis Pamor Keris yang Paling Terkenal: Mengenal Keindahan dan Filosofi di Balik Bilah Pusaka Nusantara

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Pupuk Murah, Truk Bertambah, Petani Lampung Menuju Sejahtera

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Pujian di Tengah Tekanan: Sinyal Diplomasi Singapura yang Terukur

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Coklat Pesawaran: Hilirisasi Kakao dan Kolaborasi Petani Hutan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Sinergi Media dan Hilirisasi Produk Agro Pesawaran

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Katibung: Growth Pole atau Enklave Energi Baru Lampung?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved