“Terima kasih kepada jajaran PT HTB atas kerjasama yang baik ini. Kami yakin kita akan sukses bersama,” tambah Arif.
Di tempat yang sama, Direktur PT HTB Jony terlihat antusias ketika menekan tombol sirine tanda dimulainya giling batu.
Dia mengaku sangat optimistis prospek usaha bersama PT ONT di tambang batu yang berada di perbukitan Desa Bulok, Kecamatan Kalianda itu.
Selain karena kualitas bahan baku berupa batu black basalt yang sangat baik, depositnya cukup besar, juga akses distribusinya yang sangat prospektif.
“Kami sangat optimistis. Selain mutunya yang bagus, perizinannya lengkap, akses pengangkatannya akan kami bikin dermaga, jadi lewat laut,” ungkap Jony.
Baca juga : Wayberulu dan Manfaatnya Bagi Rakyat
Pihaknya juga mengaku, sudah ada komitmen calon pembeli serius untuk pembangunan jalan tol Sumatera Selatan (Sumsel) sampai Jambi.
“Juga ada calon pembeli dari Kalimantan,” kata dia.
Terkait kualitas batu black basalt yang terdapat di area, konsultan pertambangan Dr Nandang Sukmana, mengakui bahwa prospek tambang ini luar biasa.
Dia memastikan, produk batu yang dihasilkan dari tambang berkualitas premium.
PT Optima Nusa Tujuh produksi batu split terbaik Sumatera
“Dari bahan bakunya, saya nyatakan ini batu premium. Jenis black basalt dengan strenght 1.400-1.500. Ini tidak banyak di Indonesia,” jelas Nandang.
Kata dia, ada yang sedikit lebih bagus strengthnya, yaitu di daerah Bogor.
“Kalau di daerah lain, termasuk di Lampung, batu kita ini jauh lebih baik.
“Kebanyakan batu yang selama ini beredar ada di kualitas medium dengan strenght sekitar 600-800,” papar konsultan independen dari Coal & Hardrockminer itu.
Sementara, Komisaris PT HTB, Hartarto Lojaya, ikut menyatakan komitmen yang tinggi kepada proyek ini.
Dia menginformasikan, pada Agustus akan mulai dibangun dermaga khusus untuk mendistribusikan produk batu kepada pembeli.
Keunggulan selain mutu batu, tambang yang menghadap laut Selat Sunda ini sangat menguntungkan prospeknya.





Lappung Media Network