Selama ini, kata dia, banyak tambang batu harus diangkut menggunakan moda darat atau truk dalam jarak panjang.
Hal itu akan menaikkan harga karena ongkos angkut yang mahal.
Menurut dia, batu di area ini masih yang terbaik di Indonesia.
Meski harga pasti akan lebih tinggi, tetapi bisa diminimalisir dengan adanya dermaga yang segera dibangun.
“Angkutan laut nantinya akan jauh lebih ekonomis,” jelasnya.
Menurut Hartato, berbagai proyek yang berkomitmen kepada kualitas konstruksi bangunan memilih produk dari tambang ini.
Ia menyebut beberapa proyek strategis nasional memilih spesifikasi premium.
Mulai dari beton bantalan kereta api, landasan bandara, jalan tol hingga konstruksi sejenis.
“Proyek-proyek strategis nasional dengan spesifikasi tinggi pasti welcome terhadap produk kita. Kami produksi 4 jenis batu olahan,” ujar dia.
“Dari abu batu dan screening dalam tiga ukuran. Intinya, tambang ini sangat prospektif,” kata dia lagi.
Pihaknya pun targetkan semua persyaratan pembangunan selesai pada Agustus.
“September sudah bisa kita pakai. Ini sangat penting karena kita bisa menyumbangkan sumber daya alam dari Lampung untuk pembangunan bangsa,” kata dia.
Pada sisi lain, Kuswanto, tokoh masyarakat Desa Bulok mengaku ikut bersyukur atas dimulainya operasional crusher batu ini.
Mantan Kades periode 2016-2022 ini mengatakan, banyak efek positif dari setiap denyut ekonomi wilayah.
“Yang pasti, menyerap tenaga kerja sekitar. Kedua, perputaran uang di sekitar pasti pebih banyak, sehingga ekonomi warga sekitar akan pebih baik,” harap Kuswanto.
Baca juga : Resmi Diluncurkan Apindo, UMKM Merdeka Digadang Jadi Program Nasional





Lappung Media Network