Lappung – Rp100 miliar raib sebanyak 272 guru pensiun di Bandarlampung gelar aksi demo.
Ratusan guru pensiun di Kota Bandarlampung tumpah ruah di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) pada Senin, 9 September 2024.
Baca juga : Kasus Koperasi Betik Gawi Bandarlampung, 7 Orang Jadi Tersangka Penggelapan Dana Pensiun
Mereka menggelar aksi unjuk rasa menuntut dana pensiun mereka senilai Rp100 miliar yang diduga telah digelapkan oleh Koperasi Betik Gawi.
Dengan wajah penuh amarah dan spanduk bertuliskan tuntutan yang tegas, para pensiunan guru ini menyuarakan ketidakadilan yang mereka alami.
“Para penegak hukum, tolong usut segera! dugaan tipidkor hilangnya dana koperasi Betik Gawi sebanyak 100 miliar,” demikian bunyi salah satu spanduk yang terbentang.
Azimah, koordinator aksi, mengungkapkan kepedihan yang dirasakan oleh para pensiunan guru.
“Sudah bertahun-tahun gaji kami dipotong setiap bulannya untuk simpanan pensiun.
“Namun, saat kami membutuhkan, uang itu justru raib tanpa jejak. Ini sangat menyakitkan,” tegas Azimah.
Menurut Azimah, sebanyak 272 guru pensiun telah menjadi korban dalam kasus ini.
Baca juga : Koperasi Betik Gawi Bandar Lampung Diadukan ke Polisi
Mereka telah berupaya menyelesaikan masalah ini secara musyawarah dengan pihak koperasi, namun tidak membuahkan hasil.
Rp100 Miliar Raib! 272 Guru Pensiun di Bandarlampung Demo: Kami Ditipu!
Sebagai langkah terakhir, mereka pun melaporkan kasus ini ke Polda Lampung.
“Kami tidak akan berhenti berjuang sampai hak kami kembali,” ungkap Azimah.
“Kami berharap pihak berwajib dapat segera mengusut tuntas kasus ini dan menangkap para pelaku,” kata dia lagi.
Wali Kota Bandarlampung Turun Tangan
Sementara, polemik mengenai dana pensiun guru yang belum dibayarkan oleh Koperasi Betik Gawi akhirnya mendapat perhatian serius dari Pemkot Bandarlampung.
Baca juga : Fery Triatmojo Dipecat dari KPU Bandarlampung, Terbukti Langgar Etik
Wali Kota Eva Dwiana berkomitmen untuk segera memfasilitasi pertemuan antara para pensiunan guru, pengurus koperasi, dan Disdikbud Bandarlampung.
“Kami tidak akan tinggal diam. Pemkot akan menjadi jembatan untuk mencari solusi terbaik bagi para pensiunan guru yang telah mengabdi selama bertahun-tahun,” kata Eva.
Eva mengakui bahwa Pemkot memiliki keterbatasan dalam mengintervensi masalah internal koperasi.
Namun, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk memfasilitasi komunikasi antara semua pihak yang berkepentingan.
“Kami akan mendengarkan keluhan dari para pensiunan guru dan mencari tahu akar permasalahan yang sebenarnya.
“Setelah itu, baru kita bisa mengambil langkah-langkah selanjutnya,” tandasnya.
Baca juga : SPAM Bandarlampung Diresmikan, Kualitasnya Sebersih Air Mineral
