Lappung – Santri Al Muawanah Lampung tewas keluarga duga korban bullying dan tutup-tutupi.
Seorang santri berinisial NW dilaporkan meninggal dunia di lingkungan Pondok Pesantren Al Muawanah, Lampung, pada Rabu, 23 April 2025 lalu.
Baca juga : Nelayan Tanggamus Ditemukan Tewas Tenggelam di Perairan Cukuh Balak
Kematian tak wajar ini menimbulkan dugaan kuat dari pihak keluarga korban bahwa NW adalah korban perundungan (bullying) yang berujung tragis, disertai kecurigaan adanya upaya penutupan fakta oleh pihak pesantren.
Dugaan tersebut disampaikan oleh Bennary Josian, kakak kandung NW.
Menurut Bennary, sebelum menghembuskan napas terakhir, sang adik sempat mencurahkan isi hatinya mengenai intimidasi atau perundungan yang dialaminya selama di pondok.
Meski demikian, kala itu pengakuan korban tersebut tidak ditanggapi serius oleh pihak keluarga.
“Karena satu keluarga memang pernah merasakan yang namanya bullying, perundungan-perundungan kecil, tapi kita survive.
“Mungkin di situ kita mengentengkannya,” ujar Bennary, dikutip dari Tempo, Senin, 28 April 2025.
Baca juga : Luka di Leher, Anggota Polres Waykanan Ditemukan Meninggal Dunia
Selain isu perundungan, Bennary juga menuturkan adiknya sempat menyebut memiliki masalah dengan salah seorang ustad di pondok tersebut.
“Ada omongan kalau di pondok itu dia ada enggak suka sama satu ustad,” kata Bennary mengutip ucapan mendiang adiknya.
Bennary mengaku menerima informasi dari beberapa sumber yang menyebutkan bahwa Pondok Pesantren Al Muawanah diisukan sering terjadi kasus perundungan, namun selalu ditutup-tutupi rapat.
“Ditutupi rapat-rapat, jangan sampai ketahuan media,” ucap Bennary.
Keluarga menilai ada kesan kuat dari pihak pondok untuk menutupi persoalan sebenarnya, bahkan Bennary menduga ada cerita yang dibuat-buat untuk mengaburkan fakta tragis di balik kematian adiknya.
Kecurigaan keluarga semakin menguat setelah mendengar versi kejadian dari pihak pondok yang mengarah pada dugaan bunuh diri.
Versi ini, menurut Bennary, terkesan dibuat-buat. Ia menepis klaim adanya indikasi bunuh diri sebelumnya, seperti cerita korban sering melilitkan tali ke jemarinya.
“Seolah-olah nanti kecelakaan, bunuh diri. Itu pasti bohong. Ketahuan banget (bohong) biar enggak merasa bersalah,” tegas Bennary.
Santri Al Muawanah Lampung Tewas Keluarga Duga Korban Bullying dan Tutup-tutupi
Bennary menjelaskan, ia pertama kali dihubungi oleh pihak pesantren dan diminta segera datang ke Rumah Sakit Azizah Metro, Lampung, tanpa penjelasan detail mengenai kondisi adiknya.
Baca juga : Tragis! Bayi Berusia Sehari Ditemukan Dalam Kardus di Bandarlampung
“Belum kasih tahu ada apa-apa. Saya berangkat, tiba-tiba nyampe rumah sakit itu adik saya sudah tidak ada,” ungkapnya..
Pihak Pondok Pesantren Al Muawanah, menurut keterangan yang diterima keluarga, menyampaikan bahwa korban sempat meminta izin ke toilet saat jam pelajaran.
Tak lama berselang, korban ditemukan meninggal di kamarnya dengan leher terlilit sabuk bela diri berwarna kuning.
“Pukul 10 atau jam 11 gitu, izin ke WC. Enggak balik-balik ke kelas,” cerita Bennary menirukan kronologi versi pondok.
“Sekitar jam 12 saya ditelepon disuruh ke rumah sakit,” lanjutnya.
Pihaknya pun berharap agar kasus ini dapat diusut tuntas untuk mengungkap kebenaran di balik kematian tragis NW.
Baca juga : Mayat Anonim Ditemukan Terapung di Perairan Tanjung Setia Lampung





Lappung Media Network