Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Saburai » Seekor Gajah Jinak di Way Kambas Lampung Dilaporkan Mati

    Seekor Gajah Jinak di Way Kambas Lampung Dilaporkan Mati

    by Irzon Dwi Darma
    17/11/2025
    in Saburai
    Seekor Gajah Jinak di Way Kambas Lampung Dilaporkan Mati

    Seekor gajah betina bernama Dona, yang diperkirakan berusia 45 tahun, ditemukan mati di Camp Elephant Response Unit (ERU) Bungur. Foto: Balai TNWK

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Taman Nasional Way Kambas (TNWK) kehilangan salah satu gajah jinak seniornya.

    Seekor gajah betina bernama Dona, yang diperkirakan berusia 45 tahun, ditemukan mati di Camp Elephant Response Unit (ERU) Bungur pada Sabtu, 16 November 2025.

    Baca juga : Diseruduk Gajah Saat akan Memancing, Warga Lampung Timur Kritis

    Kabar kematian ini dikonfirmasi oleh Kepala Balai TNWK, Zaidi, dalam keterangan resminya, Senin, 17 November 2025.

    Zaidi menyatakan bahwa Dona memang telah berada di bawah pengawasan medis akibat masalah kesehatan yang terpantau sejak awal November.

    “Pemantauan kesehatan pada 6 November lalu mendeteksi adanya indikasi infeksi parasit, yang terlihat dari tingginya kadar eosinofil pada sampel darah Dona,” ungkap Zaidi.

    Menindaklanjuti temuan itu, tim medis TNWK segera memberikan infus dan meningkatkan intensitas pemantauan terhadap Dona.

    Meski telah ditangani, kondisi gajah tersebut justru kian menurun.

    Titik kritis terjadi pada 13 November ketika Dona mulai kehilangan nafsu makan.

    “Selama 2 hari berikutnya (14-15 November), kondisinya tidak membaik. Nafsu makannya anjlok drastis, ia hanya mengonsumsi satu sisir pisang,” jelas Zaidi.

    Baca juga : 3 Pawang Gajah dari Pesisir Barat Turun Tangan Atasi Konflik Satwa di Tanggamus

    Meskipun fisiknya terus melemah, Zaidi menyebut Dona masih sempat terdeteksi merespons gerakan pada Sabtu, 16 November 2025 dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

    “Namun beberapa jam setelahnya, petugas melaporkan Dona terlihat tidak mampu lagi berdiri,” lanjutnya.

    Tim medis bersama Kepala SPTN Wilayah II Bungur segera dikerahkan ke lokasi.

    Namun, saat tim tiba di Camp ERU Bungur pada pukul 13.20 WIB, Dona ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernapas dan lidah yang pucat.

    Pihak Balai TNWK telah melaporkan insiden ini kepada kepolisian untuk penanganan prosedural. Zaidi juga menegaskan bahwa proses nekropsi (bedah bangkai) telah dilaksanakan pada Minggu, 16 November 2025 sore.

    “Nekropsi dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya,” tegas Zaidi.

    Mewakili lembaga, Zaidi menyampaikan belasungkawa mendalam atas hilangnya Dona, yang disebutnya sebagai bagian penting dari program konservasi di Way Kambas.

    Ia meyakinkan bahwa semua tindakan medis telah diupayakan sejak gejala awal terdeteksi.

    “TNWK tetap berkomitmen penuh pada peningkatan kesehatan, pengawasan populasi, dan kesejahteraan seluruh satwa di kawasan ini,” tutupnya.

    Baca juga : Tragis! Anak Gajah Way Kambas Mati dengan Perut Dipenuhi Cacing

    Tags: ERU BungurGajah DonaGajah MatiInfeksi ParasitKonservasi GajahLampungSatwa LindungTNWKWay Kambas
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Kuda Lumping Sihir Panggung Lampung Fest 2025

    Next Post

    LBH Bandarlampung: Negara Gagal, Penyelesaian Konflik Anak Tuha Harapan Palsu

    Related Posts

    Saburai

    Bernard dari Nestle Ambil Berkas, Bursa Calon Ketua Apindo Lampung Makin Panas

    19/06/2026
    Saburai

    Dua Bakal Calon Ketua Apindo Lampung: Tatang Rohadi dan Junaedi Maju

    19/06/2026
    Saburai

    Modernisasi Pertanian: Jembatan Pemerataan Ekonomi dan Kesejahteraan Petani Lampung

    19/06/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Apa Perbedaan AMOLED dan IPS LCD: Mana yang Lebih Baik?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Apa Saja Perbedaan 4G dan 5G? Inilah Penjelasan Lengkapnya yang Wajib Anda Ketahui

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Uji Coba Strategis PTPN I di Kebun Rejosari Natar

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mengapa Proyek Sorgum Skala Besar Kerap Mengalami Kegagalan?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Potensi Emas Hijau: Udang Galah Rawa Jitu dan Mesuji Timur Melambung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mengganti Gandum Impor Melalui Diversifikasi Pangan Nasional

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    Exit mobile version