Lappung – Sekolah di Bandarlampung didorong lebih aktif awasi jajanan siswa.
Pemerintah Kota Bandarlampung terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup warganya, khususnya anak-anak sekolah.
Baca juga : Perkawinan Anak: Bom Waktu bagi Kesehatan dan Masa Depan
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memperketat pengawasan terhadap keamanan pangan jajanan anak sekolah (PJAS).
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bandarlampung, bekerja sama dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), telah menginstruksikan seluruh sekolah di kota ini.
Tak lain untuk lebih ketat dalam mengawasi jajanan yang dijual di lingkungan sekolah.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Bandarlampung, Mulyadi, mengatakan bahwa pengawasan ini melibatkan guru, pihak sekolah, dan BPOM.
“Guru memiliki peran penting dalam mengawasi anak-anak agar tidak jajan sembarangan.
“Selain itu, kita juga melibatkan BPOM untuk melakukan pemeriksaan secara berkala di sekolah-sekolah,” ujar Mulyadi, Senin, 5 Agustus 2024.
Baca juga : 1 Juta Anak Lampung Ditargetkan Imunisasi Polio, Sasar Usia 0-7 Tahun
Bekal dari Rumah Jadi Solusi
Mulyadi juga mengimbau orang tua untuk memberikan bekal makanan sehat kepada anak-anak mereka.
Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko anak-anak mengkonsumsi jajanan yang tidak sehat dan tidak terjamin kebersihannya.
“Bekal dari rumah adalah pilihan terbaik untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup.
“Tidak perlu mahal, yang penting bergizi,” tambahnya.
Sekolah di Bandarlampung Didorong Lebih Aktif Awasi Jajanan Siswa
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung Desti Mega Putri mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk memastikan keamanan pangan di sekolah.
Selain melakukan pengawasan secara berkala, Dinkes juga memberikan penyuluhan kepada pelaku usaha pangan di sekitar sekolah.
Baca juga : Pentingnya Lahirkan 1 Anak Perempuan: Mitos atau Fakta?
“Kami telah memberikan penyuluhan kepada para pedagang mengenai pentingnya memiliki izin edar pangan dan menjaga kebersihan makanan.
“Selain itu, kami juga melakukan pemeriksaan secara rutin untuk memastikan bahwa makanan yang dijual memenuhi standar keamanan pangan,” jelas Desti.
Dinkes Kota Bandarlampung juga aktif dalam mengkampanyekan Gerakan Masyarakat Sadar Pangan Aman (GERMAS SAPA).
Melalui program ini, Dinkes bekerja sama dengan BPOM untuk memberikan edukasi kepada pedagang, guru, dan masyarakat mengenai pentingnya mengonsumsi makanan yang sehat dan aman.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, diharapkan kualitas kesehatan anak-anak sekolah di Kota Bandarlampung dapat terus meningkat.
Pengawasan yang ketat terhadap keamanan pangan jajanan sekolah merupakan salah satu langkah penting untuk mewujudkan hal tersebut.
Baca juga : Rektor UTI: Pengangguran Anak Muda Jadi Ancaman Nyata





Lappung Media Network