Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Gaya Hidup » Senja Kopi di Pelukan Malang

    Senja Kopi di Pelukan Malang

    Irjen by Irjen
    28/06/2025
    in Gaya Hidup
    Senja Kopi di Pelukan Malang

    Sajian Kopi Tubruk Hwie di Kota Malang Jawa Timur. Foto: Arsip pribadi

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Puisi Senja Kopi di Pelukan Malang, karya Mahendra Utama.

    Puisi ini menggambarkan perjalanan fisik dan emosional seorang pengembara yang menempuh jarak jauh melintasi berbagai kota di Indonesia, dari Bakauheni, Depok, Solo, Surabaya, hingga akhirnya singgah di Malang.

    Baca juga : Sang Pelurus Asam Pucuk, Puisi untuk Guru Besar PTPN

    Malang hadir sebagai tempat rehat yang hangat, simbol dari kedamaian setelah perjalanan panjang.

    Kedai Kopi Hwie menjadi latar puitis yang merangkum kelelahan, kerinduan, dan makna kebersamaan dalam satu cangkir kopi.

    Sang penyair menghadirkan suasana intim dan reflektif di mana aroma kopi, foto lawas di dinding, dan makanan sederhana seperti tempe mendoan menjadi jembatan antara masa lalu dan kehangatan hari ini.

    Lebih jauh, puisi ini mengandung narasi filosofis tentang waktu, kenangan, dan arti “pulang”.

    Baca juga : Syair Edamame dan Okra di Bumi Jember, Karya: Mahendra Utama

    Dalam hiruk-pikuk kehidupan dan padatnya aktivitas bisnis, penyair menemukan momen sakral dalam secangkir kopi dan suasana senja.

    Malang dan Kedai Hwie digambarkan bukan sekadar tempat singgah, melainkan pelabuhan batin yang menampung letih dan cerita hidup.

    Dalam larik terakhir, ada ajakan simbolik untuk “pulang sejenak” dari hiruk-pikuk hidup, bahwa dalam perjalanan yang panjang, manusia butuh titik hening untuk kembali menemukan diri.

    Baca juga : Selat Sunda: Perahu Kertas Negeri, Karya: Mahendra Utama

    Senja Kopi di Pelukan Malang

    Karya: Mahendra Utama

     

    Dari pelabuhan Bakauheni Lampung, Depok yang sibuk,

    Solo merdu, Surabaya berkelip rindu,

    Bangkalan singgah—lalu Malang berseru:

    “Rebahkan lelah… di sini, di meja kayu.”

     

    Kedai Hwie berdiri, saksi zaman bergulir,

    Aroma sangrai Jember berpadu debu emas.

    Secangkir Tubruk hitam—gula aren mengalun,

    Melebur penat ribuan kilometer…

     

    “Lihat, Sayang! Foto-foto lawas di dinding itu,

    Seperti keteguhan mitra tani kami di lereng Ijen…”

    Bisikku pada keluarga; senja menyepuh jendela,

    Rintik cahaya menari di atas tempe mendoan.

     

    Pukul lima sore, tanggal dua puluh delapan,

    Langit Malang merah layu. Kita berkumpul:

    Cerita bisnis, sawah, jalan berdebu—

    Segalanya larut dalam kopi pekat…

     

    Surabaya menanti di ujung perjalanan,

    Tapi Hwie menggenggam sebait kekal:

    Di sini, waktu tertegun dalam tegukan,

    Kenangan mengendap—seperti bubuk kopi di dasar cangkir.

     

    Kedai Hwie: pelabuhan sementara bagi pengembara jalan tol Trans Jawa,

    Di tengah rute Solo–Surabaya, ia berbisik:

    “Pulanglah sebentar.”

     

    Kedai Kopi Hwie, Malang, Jawa Timur – 28 Juni 2025

     

    Mahendra Utama

    Komisaris Utama PT Deli Megapolitan Kawasan Bisnis Medan

    Komisaris PT Mitratani Dua Tujuh Jember

    Baca juga : Hanya Lelah Tiada Bertepi, Karya Mahendra Utama 

    Tags: Kedai Kopi HwieKopi MalangMahendra UtamaMalangPuisi Perjalanan NusantaraPuisi Senja RomantisPuisi Tentang KopiSastra IndonesiaWisata Kopi di Malang
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Temui Menperin, Lampung Dorong Status Prioritas Nasional untuk Hilirisasi Pangan

    Next Post

    Gus Ipul Gandeng Universitas An Nur Lampung Perangi Kemiskinan Lewat Riset dan KKN

    Related Posts

    Mengenal Keris sebagai Warisan Budaya Nusantara
    Gaya Hidup

    Mengenal Keris sebagai Warisan Budaya Nusantara: Nilai Sejarah, Seni dan Filosofi yang Sarat Makna

    30/05/2026
    5 Cara Menghilangkan Bau Mulut Permanen
    Gaya Hidup

    5 Cara Menghilangkan Bau Mulut Permanen: Solusi Tepat dan Tepercaya

    29/05/2026
    Inilah 6 Perbedaan BPJS dan Asuransi Swasta
    Gaya Hidup

    Inilah 6 Perbedaan BPJS dan Asuransi Swasta yang Wajib Anda Tahu!

    28/05/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Ulasan Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

      Ulasan Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini: Fondasi Membentuk Generasi Cerdas dan Mandiri

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 10 Cara Menurunkan Berat Badan Alami dan Sehat dalam 30 Hari: Terbukti Efektif!

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Inilah 6 Perbedaan BPJS dan Asuransi Swasta yang Wajib Anda Tahu!

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Dari Jerat ke Kehidupan: Kisah Penyelamatan dan Peran Pemprov Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 5 Cara Menghilangkan Bau Mulut Permanen: Solusi Tepat dan Tepercaya

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 10 Oleh-Oleh Khas Lampung yang Wajib Dibeli: Murah dan Tahan Lama!

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved