Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Gaya Hidup » Setiap Hari Makan Tempe? Begini Efeknya Bagi Tubuh » Halaman 4

    Setiap Hari Makan Tempe? Begini Efeknya Bagi Tubuh

    Irjen by Irjen
    06/10/2023
    in Gaya Hidup
    Setiap Hari Makan Tempe? Begini Efeknya Bagi Tubuh

    Ilustrasi tempe kedelai. Foto : Shutterstock

    Share on FacebookShare on Twitter

    Di balik manfaat yang selama ini dikenal, ternyata tempe bisa jadi berbahaya jika dikonsumsi orang dengan kondisi tertentu.

    Bukannya sehat, orang yang tidak diperbolehkan makan tempe malah bisa mengalami berbagai masalah kesehatan.

    Siapa saja orang yang tidak boleh makan tempe? 

    1.Penderita Anemia

    Penderita anemia sebaiknya harus membatasi konsumsi tempe berlebihan.

    Tempa dikenal rendah kalori dan mampu mengendalikan kadar kolesterol dalam darah.

    Namun penderita anemia disarankan tidak makan tempe karena dapat membuat zat besi sulit diserap.

    Penyerapan zat besi yang tidak baik inilah yang bisa menyebabkan kekurangan darah.

    2.Penderita Asam Urat

    Penderita asam urat juga perlu membatasi konsumsi tempe.

    Sebenarnya penyakit asam urat atau hiperurisemia belum diketahui penyebab pastinya.

    Namun sejumlah dokter percaya kondisi itu mungkin terjadi karena kombinasi faktor keturunan, hormonal, dan makanan.

    Pada seseorang yang memiliki faktor risiko penyakit asam urat atau pada kasus penderita asam urat, kandungan purin pada makanan sebaiknya dibatasi kira-kira 100-150 mg.

    Sejumlah makanan yang mengandung purin tinggi (100-1.000 mg purin per 100 gram bahan) wajib diwaspadai karena bisa menjadi makanan penyebab asam urat.

    Mulai dari alkohol, bebek, angsa, ikan sarden, makarel, kerang, kepiting, jeroan, dan masih banyak lagi.

    Adapun kacang kedelai yang merupakan bahan baku pembuatan tempe ternyata memiliki kadar purin sedang, sekitar 9-100 mg purin.

    Jika tempe diolah dengan cara digoreng atau ditambah bahan lain seperti garam, kadar purin bisa jadi tinggi.

    Oleh karena itu sebaiknya menghindari makan tempe dan tahu dengan cara dimasak seperti demikian.

    Penderita asam urat bisa saja mengonsumsi tempe atau tahu dengan cara masak yang lebih sehat seperti dikukus.

    Baca juga : 9 Kota Ini Panasnya Minta Ampun, Bandarlampung?

    Page 4 of 4
    Prev1...34
    Tags: KedelaiMakanan TempeManfaat TempeTempe
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Tobas Reses di Kemenkumham Lampung. Bahas Over Capacity Hingga Bapas 

    Next Post

    Titik Panas Lampung Terbanyak Kedua di Sumatera 

    Related Posts

    Bandar Lampung 2036: Menanam Ruko, Memanen Hulu, Karya: Mahendra Utama
    Gaya Hidup

    Bandar Lampung 2036: Menanam Ruko, Memanen Hulu, Karya: Mahendra Utama

    11/03/2026
    Lebih Efisien ke Kuala Lumpur atau Jakarta? Ini Analisis Rute Umroh dan Perjalanan dari Lampung
    Gaya Hidup

    Lebih Efisien ke Kuala Lumpur atau Jakarta? Ini Analisis Rute Umroh dan Perjalanan dari Lampung

    22/02/2026
    Satu Tahun Khidmat: Embun bagi Bumi Ruwa Jurai
    Gaya Hidup

    Satu Tahun Khidmat: Embun bagi Bumi Ruwa Jurai

    20/02/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kakanwil BPN Sumsel Sambangi Kantah Banyuasin

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • PDRB Bandarlampung Versus PDRB Palembang: Siapa Unggul?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Sering Sebut Galer? Selamat, Istilahmu Kini Resmi Masuk KBBI

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kantor Pertanahan Banyuasin Kobarkan Gerakan Gemapatas 2025

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mayjen Kristomei Sianturi, Putra Kotabumi Lampung, Jabat Pangdam Radin Inten

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved