Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang berjudul: Strategi Hilirisasi: Kunci Lompatan Ekonomi Lampung Menuju Era Keemasan Baru.
Strategi Hilirisasi: Kunci Lompatan Ekonomi Lampung Menuju Era Keemasan Baru
Oleh: Mahendra Utama*
Provinsi Lampung sedang menikmati buah dari gelombang investasi yang masuk sejak awal 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Lampung pada Triwulan I-2026 tumbuh impresif sebesar 5,58% (yoy).
Angka ini menempatkan Bumi Ruwa Jurai sebagai motor pertumbuhan tertinggi kedua di Pulau Sumatra.
Lompatan makro ini tidak terjadi begitu saja, melainkan hasil dari pergeseran struktur ekonomi dari sektor primer ke sektor sekunder melalui hilirisasi industri pengolahan.
Secara teoritis, capaian ini memvalidasi Rostow’s Stages of Economic Growth, khususnya fase jalan menuju kematangan (drive to maturity).
Pada tahap ini, perekonomian daerah mulai mengadopsi teknologi modern secara luas dan tidak lagi bergantung hanya pada ekspor bahan mentah.
Investasi yang masuk ke Lampung terbukti mendongkrak sektor industri pengolahan hingga tumbuh 6,54%, yang berdampak langsung pada peningkatan nilai tambah komoditas unggulan lokal seperti sawit, kopi, dan jagung.
Pertumbuhan yang dipicu oleh investasi ini juga tercermin dari sisi fiskal. Realisasi penerimaan pajak di wilayah Lampung hingga pertengahan 2026 menembus Rp3,32 triliun, tumbuh 30,71% secara tahunan.
Tingginya angka ini menunjukkan bahwa aktivitas korporasi dan daya beli masyarakat bergerak linier positif.
Melalui penguatan modal tetap bruto yang tumbuh 5,41%, struktur ekonomi Lampung kian kokoh menghadapi ketidakpastian global.
“Investasi yang masuk harus menjadi jangkar bagi industri berbasis komoditas lokal agar nilai tambah terbesar tetap berputar di daerah,” ungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung dalam kajian regional terbaru.
Tantangan ke depan adalah memastikan bahwa pertumbuhan 5,58% ini tidak hanya menjadi angka di atas kertas, melainkan menjadi stimulus berkelanjutan yang mampu memperpanjang rantai pasok lokal dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja secara masif di seluruh kabupaten. (*)
————————————————————–
* Penulis: Mahendra Utama adalah Pemerhati Pembangunan.





Lappung Media Network