Lappung – Pemprov Lampung menyiapkan strategi percepatan pemulihan ekonomi di Bumi Ruwa Jurai.
Hal ini telah dipaparkan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dihadapan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Kepala BNPB Ganib Warsito pada Agustus 2021 lalu.
Strategi Pertama yakni pembangunan sektor pertanian melalui platform program Kartu Petani Berjaya (KPB) yang sedang dilaksanakan.
Hal ini didasari bahwa struktur ekonomi dalam PDRB Provinsi Lampung didominasi dari sektor pertanian, perikanan dan kehutanan.
“Ini diperkuat dengan data meskipun di tengah kondisi lesunya perekonomian akibat dampak pandemi covid-19,” kata Koordinator Presidium KPKAD Lampung Gindha Anshori, Senin (15/11/2021).
“Sektor pertanian di Lampung mampu tumbuh secara positif, hal ini berdasarkan catatan bahwa produksi padi di Provinsi Lampung tahun 2020 sebesar 2,65 juta ton atau meningkat 22,47 persen dari tahun sebelumnya,” ucap dia.
Kedua, Gubernur Arinal Djunaidi juga memaparkan terkait pentingnya menjaga iklim kondusifitas dunia usaha.
Pemerintah Provinsi Lampung mendorong pelaku industri kerajinan berskala kecil dan menengah atau UMKM untuk berperan dalam penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi Pasca Pandemi covid-19 dengan memberi bantuan stimulan sebesar Rp2,4 juta pada tahun 2020 kepada 315.000 UMKM.
Kemudian, Rp1,2 juta untuk 232.800 UMKM dengan realisasi 171.174 UMKM pada tahun 2021, sehingga masih diperlukan untuk 143.826 UMKM terdampak langsung.
“Pemprov Lampung juga memberi pendampingan UMKM formal dan informal, dengan bentuk memberikan pelatihan akses pasar digital dan standarisasi mutu produk serta memfasilitasi usaha ekonomi koperasi untuk masuk pemasaran berplatform digital,” ucap dia.
Baca Juga : Empat Argumentasi Tepis Kritikan Pada Arinal Djunaidi
“Kemudian, mendorong tumbuhnya pusat-pusat hilirisasi dari produk-produk UMKM berbasis komoditas unggulan di Provinsi Lampung,” ungkap dia.
“Upaya lainnya yakni penyaluran bantuan subsidi upah di Provinsi Lampung dengan rincian di Kota Bandar Lampung sebanyak 3.498 Badan Usaha dan 60.896 Tenaga Kerja,” kata dia
“Kota Metro sebanyak 810 Badan Usaha dan 5.825 tenaga kerja,” ucap dia.
Strategi ketiga, menjaga daya beli masyarakat dengan melakukan upaya pengendalian inflasi melalui strategi 4K yakni memastikan keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan menjalin komunikasi efektif.
Selain itu, telah dilakuan Perluasan Program Bantuan Sosial bagi Keluarga Miskin di Provinsi Lampung, penyelenggaraan operasi pasar bersubsidi di masayarakat serta insentif keringanan pajak daerah diantaranya berupa Penundaan Pembayaran PKB tanda dikenakan denda keterlambatan (2020) dan program pemutihan.
Strategi keempat yakni menjaga konsumsi pemerintah dalam pemulihan ekonomi pasca covid-19, termasuk di dalamnya percepatan realisasi dari anggaran program.
“Ini terkait pemulihan ekonomi dan mempercepat pelaksanaan tender barang dan jasa setiap Satuan Kerja atau Organisasi Perangkat Daerah,” ujar dia.
Strategi Kelima adanya akselerasi peningkatan investasi yang dapat secara efektif menggerakkan perekonomian untuk pulih dari dampak pandemi Covid-19.
Hal ini dalam rangka memenuhi berbagai upaya yang telah dan sedang dilakukan oleh pemprov Lampung.
Lampung Ramah Usaha dengan pola penyederhanaan dan percepatan pelayanan investasi, kebijakan kemudahan pelayanan perizinan secara online dan Drive Thru.
Kemudian, adanya pemberian insentif pajak bagi investor, diberikan jaminan kepastian hukum dalam berusaha serta jaminan kepastian biaya pelayanan.
“Disamping itu juga telah dilakukan promosi investasi, sinergi antara pemerintah, dunia usaha serta masyarakat dalam rangka mendukung usaha, bisnis dan investasi yang ada di Provinsi Lampung,” ujar dia.
“Program yang akan sangat berdampak besar bagi peningkatan investasi di Provinsi Lampung kedepan diantaranya adalah Pengembangan 4 Kawasan Industri dan Pembangunan Kawasan Pariwisata Terintegrasi yang ada di Bakauheni (Bakauheni Harbour City),” ungkap dia.
Strategi keenam adalah pembangunan berbagai infrastruktur yang tersebar merata di seluruh wilayah di Lampung yang diharapkan memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung pasca pandemi covid-19.
