Lappung – Puisi Syukur atas Lampung: Hadiah Ilahi yang Abadi adalah sebuah ungkapan rasa syukur yang mendalam atas keindahan alam dan kekayaan Provinsi Lampung, yang dipandang sebagai anugerah langsung dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
Penulis menggambarkan berbagai ikon destinasi wisata Lampung, seperti ombak di Tanjung Setia, lumba-lumba di Teluk Kiluan, hingga keindahan bawah laut Pulau Pahawang, bukan sekadar sebagai pemandangan alam, melainkan sebagai manifestasi nyata dari keagungan dan kekuasaan Sang Pencipta.
Baca juga : Gerhana di Bandar Lampung
Setiap elemen alam, mulai dari gunung hingga batu karang, dipersonifikasikan seolah-olah turut memuji dan mengagungkan Tuhan.
Lebih dari sekadar keindahan alam, puisi ini juga mengangkat kekayaan hasil bumi Lampung sebagai bukti lain dari berkah Ilahi.
Penulis menyebutkan komoditas unggulan seperti lada, kopi, dan sawah yang menghijau sebagai sumber kehidupan dan rezeki bagi masyarakat.
Dengan mengutip pepatah lokal “Bumi Sai Bumi Jurai, Tandani Allah Ta’ala Yang Maha Kuasa”, penulis menguatkan pandangannya bahwa tanah Lampung secara inheren merupakan tanda kebesaran Tuhan.
Pada akhirnya, puisi ini ditutup dengan sebuah doa dan pengakuan bahwa seluruh keindahan dan kelimpahan di Lampung adalah cerminan dari kemahakuasaan Tuhan, yang mendorong lahirnya rasa syukur yang tiada henti.
Baca juga : 1 September di Lampung
Syukur atas Lampung: Hadiah Ilahi yang Abadi
Karya: Mahendra Utama
Di Bumi Sai Bumi Jurai,
Kau tunjukkan kuasa-Mu yang nyata,
Pantai-pantai berpasir putih,
Ombak menggulung memuja ciptaan-Mu.
Tanjung Setia dengan gulungan ombaknya,
Bagai lukisan-Mu yang agung,
Di Teluk Kiluan, lumba-lumba menari,
Menyanyikan pujian pada Yang Maha Kuasa.
Pulau Pahawang dengan karang nan mempesona,
Ikan badut berenang riang di taman Nemo,
Gunung Anak Krakatau menjulang perkasa,
Mengingatkan kebesaran-Mu yang tak terbantahkan.
“Bumi Sai Bumi Jurai, Tandani Allah Ta’ala Yang Maha Kuasa”
Pepatah lama Lampung berbisik lembut,
Bumi ini adalah anugerah-Mu,
Hasil pertanian melimpah: lada, kopi, dan sawah menghijau,
Memberi nafkah dan kehidupan bagi umat-Mu.
Di Pantai Mutun yang ramai,
Anak-anak tertawa riang,
Di Gigi Hiu yang sunyi,
Batu karang tegak memuji kesempurnaan-Mu.
Lampung, negeri yang Kau berkahi,
Alamnya indah, hasil buminya berlimpah,
Semua adalah tanda kasih-Mu,
Mengalir abadi bagai sungai Way Kambas.
Mahasuci Engkau, Ya Allah,
Yang menciptakan keindahan tanpa tara,
Lampung adalah cermin kebesaran-Mu,
Syukur kami takkan pernah berhenti.
——–
Lampung Marriott Resort & Spa Kabupaten Pesawaran, 14 September 2025
Puisi ini Saya buat karena terinspirasi oleh keindahan alam Lampung dan kekayaan pertaniannya dipadukan memuji kebesaran Allah.
Baca juga : Aku Terus Menorehkan Kata
