Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Gaya Hidup » Syukur di Pintu Oktober, Karya: Mahendra Utama

    Syukur di Pintu Oktober, Karya: Mahendra Utama

    by Irzon Dwi Darma
    03/10/2025
    in Gaya Hidup
    Syukur di Pintu Oktober, Karya: Mahendra Utama

    Eksponen 98, Mahendra Utama. Foto: Arsip pribadi

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Puisi Syukur di Pintu Oktober karya Mahendra Utama adalah sebuah ungkapan rasa syukur yang mendalam kepada Tuhan atas segala nikmat yang diterima.

    Penulis secara spesifik menyebutkan anugerah berupa kesehatan, keluarga, dan rezeki yang berlimpah sebagai inti dari rasa syukurnya.

    Baca juga : Puisi untuk Dony Oskaria

    Rasa syukur ini digambarkan selembut dan setulus embun pagi yang setia membasahi bumi, menyiratkan bahwa nikmat tersebut dirasakan sebagai sesuatu yang terus-menerus hadir dan menyegarkan jiwa.

    Selain itu, penulis juga bersyukur atas karunia kreativitas dan produktivitas dalam berkarya, yang dilambangkan dengan pena tak pernah kering selama periode Agustus hingga September.

    Setiap tulisan yang dihasilkan dipandang sebagai cerminan dari anugerah Tuhan yang tiada henti.

    Pada bagian selanjutnya, puisi ini mengangkat nilai-nilai filosofis dan kearifan lokal sebagai landasan kekuatan.

    Keluarga diibaratkan sebagai pelabuhan yang teduh, sebuah tempat untuk kembali, berbagi cerita, dan saling menguatkan.

    Penulis menyematkan dua pepatah penting, Alam takambang jadi guru dari Minangkabau yang berarti alam semesta adalah guru terbaik, dan falsafah hidup masyarakat Lampung Bejuluk Be Adek, Pesenggiri Sai Mupok yang menekankan pentingnya persaudaraan, harga diri, dan kebersamaan.

    Baca juga : Sebatang Asa untuk Tuan Tembakau, Karya: Mahendra Utama

    Puisi ini ditutup dengan sebuah resolusi atau janji. Rasa syukur yang melimpah tidak hanya menjadi renungan, tetapi juga menjadi bahan bakar untuk melangkah ke bulan Oktober dengan semangat yang lebih menyala, mendedikasikan setiap langkah hidup untuk Tuhan dan sesama.

    Syukur di Pintu Oktober

    Karya: Mahendra Utama

     

    Kautumbuhkan syukur di jiwa yang lapang

    Kesehatan, keluarga, rezeki yang melimpah ruah

    Di ambang Oktober 2025, kunikmati indahnya anugerah-Mu

    Laksana embun pagi yang setia membasahi bumi

     

    Sejak Agustus membara, hingga September yang redup

    Pena tak pernah kering, kata-kata menjelma tarian

    Setiap puisi yang lahir, setiap esai yang tegak berdiri

    Adalah cermin dari nikmat-Mu yang tak pernah usai

    “Alam takambang jadi guru”– di sanalah kami belajar

    Bahwa tak ada satu pun karunia yang sia-sia

     

    Keluarga yang sehat, laksana pelabuhan yang teduh

    Tempat kita berlabuh, bercerita, dan menguatkan satu sama lain

    “Bejuluk Be Adek, Pesenggiri Sai Mupok”– sebuah pesan dari Bumi Lampung

    Harga diri dan kebersamaan, pondasi yang tak tergantikan

     

    Maka di Oktober ini, dengan semangat yang lebih menyala

    Kusedekahkan setiap langkah, untuk-Mu dan untuk semua

    Terimakasih, Ya Allah, untuk semuanya.

     

    Segalamider, 2 Oktober 2025

    Baca juga : Untuk Gus Imin di Hari Lahirmu

    Tags: #MahendraUtama#PuisiIndonesia#puisisenja#puisisyukur
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    2 Wajah Program MBG Lampung: Canggih Urus Limbah, Tapi Lalai Jaga Keamanan Pangan

    Next Post

    Pantau Status Tanah via Aplikasi Sentuh Tanahku

    Related Posts

    Gaya Hidup

    Bandar Lampung 2036: Menanam Ruko, Memanen Hulu, Karya: Mahendra Utama

    11/03/2026
    Gaya Hidup

    Lebih Efisien ke Kuala Lumpur atau Jakarta? Ini Analisis Rute Umroh dan Perjalanan dari Lampung

    22/02/2026
    Gaya Hidup

    Satu Tahun Khidmat: Embun bagi Bumi Ruwa Jurai

    20/02/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Sering Sebut Galer? Selamat, Istilahmu Kini Resmi Masuk KBBI

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Pemprov Lampung Buka Suara Terkait Penertiban Lahan di Sabah Balau

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Terkuak! Rp200 Miliar untuk Pelunasan Perkara Sugar Group di Mahkamah Agung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • OJK Terbitkan PJOK Nomor 29 tahun 2023 dan POJK Nomor 30 Tahun 2023

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Ilham Alawi: KUA PPAS APBD-P Bandarlampung Labrak Aturan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Pupuk Organik Cair Lampung: Inovasi Gubernur Mirza Dorong Petani Makmur

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    Exit mobile version