Pada Rabu, 15 Februari 2023, sekira pukul 10.00 WIB, sambungnya, terjadi cuaca ekstrim, dan kapal memutuskan untuk labuh jangkar di seputaran Pulau Sertung.
“Lalu sekira pukul 11.00 WIB, akibat arus laut yang terlalu kuat menyebabkan jangkar kapal lepas sehingga terhempas ke pinggir pantai,” ujar Arif.
Selanjutnya, kata dia, seluruh awak kapal memutuskan melompat ke laut, hingga akhirnya kapal pun karam.
“Para korban meminta tolong kepada nelayan yang saat itu lewat, lalu dibawa ke pinggir Pulau Sertung,” kata dia.
“Mengingat ukuran kapal yang kecil, akhirnya hanya Sohari yang bisa diberangkatkan lebih dahulu untuk mengabarkan peristiwa tersebut,” sambungnya.
Baca juga : Rampas HP di Pantai Sebalang, 2 Pemuda Desa Tarahan Ditangkap Polsek Katibung
Setibanya di daerah Gunung Botak, Kecamatan Kalianda, Sohari turun dan menghubungi Aris untuk di jemput dan pulang ke Dermaga Bom.
Lalu, Sohari memberitahu ke pengurus koperasi nelayan yakni Sobri untuk meminta evakuasi 3 orang rekannya yang masih berada di Pulau Sertung.
“Info tersebut, dilaporkan kepada Sat Polairud Polres Lampung Selatan,” ujar dia.
Kemudian pada Kamis, 16 Februari 2023, sekira pukul 06.30 WIB, tim gabungan berhasil melakukan upaya evakuasi terhadap para korban.
“Dengan menggunakan kapal RIB 02 milik Basarnas, tim SAR berhasil mengevakuasi para korban dan sandar dengan selamat di TPI Muara Pilu Bakauheni,” tandasnya.
Baca juga : Merampok Warga Kota Semarang, 2 Pelaku Curas di Terminal Agrobisnis Lampung Selatan Ditangkap Polisi





Lappung Media Network