Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » APH » Unila Akui Kekerasan Brutal di Diksar Mahapel FEB

    Unila Akui Kekerasan Brutal di Diksar Mahapel FEB

    by Irzon Dwi Darma
    19/06/2025
    in APH
    Unila Akui Kekerasan Brutal di Diksar Mahapel FEB

    Gedung Rektorat Universitas Lampung. Foto: Dokumentasi Unila

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Unila akui adanya kekerasan brutal di Diksar Mahapel FEB.

    Universitas Lampung (Unila) secara resmi mengonfirmasi terjadinya serangkaian kekerasan brutal, baik fisik maupun psikis, dalam kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) Mahasiswa Pencinta Lingkungan (Mahapel) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

    Baca juga : LBH Ungkap Dugaan Intimidasi dalam Kasus Diksar Maut di Unila

    Temuan ini diumumkan menyusul investigasi internal atas wafatnya salah satu peserta, Pratama Wijaya Kusuma, beberapa waktu lalu.

    Dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu, 18 Juni 2025, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unila, Prof. Sunyono, membeberkan hasil akhir investigasi independen yang dilakukan oleh pihak universitas.

    Menurutnya, bukti yang terkumpul menunjukkan adanya pelanggaran berat dan praktik kekerasan yang sistematis.

    “Hasil investigasi kami menemukan sejumlah tindakan kekerasan yang tidak dapat ditoleransi, bahkan juga dialami oleh peserta lain selain almarhum,” ujar Prof. Sunyono

    Baca juga : Mahasiswa FEB Unila Gugat Dekanat, Usut Kekerasan dan Intimidasi

    Bentuk kekerasan yang diungkap mencakup praktik yang tidak manusiawi, seperti memaksa peserta mencelupkan kepala ke dalam lumpur, adanya aksi pemukulan, pemaksaan aktivitas fisik ekstrem dalam kondisi tidak aman, hingga kekerasan verbal berupa penghinaan yang merendahkan martabat.

    Investigasi tidak hanya berhenti pada dinamika antar peserta, tetapi juga menyoroti keterlibatan pihak lain yang seharusnya menjadi panutan.

    Prof Sunyono menyatakan ada keterlibatan aktif dari sejumlah alumni dan senior Mahapel FEB.

    “Mereka teridentifikasi sebagai pelaku langsung atau pihak yang sengaja melakukan pembiaran terhadap kekerasan yang terjadi,” tegasnya.

    Lebih jauh, Unila menemukan adanya kelalaian struktural dari pihak Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Lemahnya supervisi oleh Wakil Dekan III dan pembiaran oleh Dosen Pembina Lapangan (DPL) menjadi sorotan utama dalam laporan investigasi.

    Hal ini diperparah dengan fakta bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan di luar area kampus tanpa adanya verifikasi dan pengawasan yang memadai dari fakultas maupun universitas.

    Baca juga : Ombudsman Sentil Unila Soal Keamanan Parkir Mahasiswa

    Sikap organisasi Mahapel FEB sendiri dinilai sangat tidak kooperatif selama proses investigasi.

    “Mereka cenderung menolak memberikan data, menghindar dari proses klarifikasi, dan tidak membuka akses atas dokumen kegiatan,” tambah Sunyono.

    Buntut dari temuan ini, Unila menegaskan akan menindaklanjuti semua pelanggaran secara tegas dan sistematis.

    Unila Akui Kekerasan Brutal di Diksar Mahapel FEB

    Prof Sunyono menyatakan seluruh praktik tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap hukum, Peraturan Rektor Nomor 25 Tahun 2020.

    Serta Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKSP).

    “Universitas Lampung bertanggung jawab secara moral dan kelembagaan untuk menciptakan ruang belajar yang aman, inklusif, dan bermartabat. Kami menolak segala bentuk kekerasan,” tutupnya.

    Sebagai langkah awal, pihak rektorat telah resmi membekukan seluruh kegiatan organisasi Mahapel FEB sebagai bentuk sanksi awal sambil melakukan evaluasi struktural yang lebih mendalam.

    Baca juga : Dibungkam! Konsolidasi Mahasiswa Unila Dibubarkan, LBH: Ini Kesewenang-wenangan

    Tags: Berita LampungDiksar MahapelInvestigasi UnilaKekerasan di KampusKematian MahasiswaLampungMahapel FEB UnilaPendidikanPerpeloncoanPratama Wijaya KusumaUnila
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Ruang Gerak Perokok di Lampung Dibatasi, Ini Lokasinya

    Next Post

    Jamin Kelancaran Layanan, Pelabuhan Bakauheni Diperkuat Sistem Anti Banjir

    Related Posts

    APH

    Serahkan Sertifikat Tanah Mahkamah Agung Diserahkan

    11/05/2026
    APH

    Bantah Korupsi, Kuasa Hukum PT LEB Sebut Dakwaan Salah Alamat

    05/02/2026
    APH

    Eks Karyawan Meninggal Belum Digaji, LBH Bandarlampung Tagih Tanggung Jawab Gubernur soal BUMD

    26/01/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Inilah 6 Perbedaan BPJS dan Asuransi Swasta yang Wajib Anda Tahu!

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Jejak Hilirisasi di Tiga Desa: Mengawal Mesin Pengering, Menuai Kesejahteraan Petani Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 5 Cara Menghilangkan Bau Mulut Permanen: Solusi Tepat dan Tepercaya

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Hilirisasi Berbasis Rawa: Strategi Mesuji Lepas dari Kutukan Komoditas

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 7 Alasan Logis Gubernur Mirza Prioritas Perbaiki Jalan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mengenal Keris sebagai Warisan Budaya Nusantara: Nilai Sejarah, Seni dan Filosofi yang Sarat Makna

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    Exit mobile version