Lappung – Puisi Untuk Sang Nakhoda, di Usia 74 Musim adalah sebuah karya yang sarat dengan ungkapan syukur dan apresiasi terhadap seorang pemimpin bangsa.
Ditulis dalam rangka ulang tahun sang pemimpin yang ke-74, puisi ini memposisikannya sebagai Nakhoda atau kapten kapal yang memandu Indonesia.
Baca juga : Puisi untuk Dony Oskaria
Tema utamanya adalah rasa terima kasih kepada Tuhan atas anugerah kepemimpinan yang bijaksana, tegas, dan visioner.
Sang penyair menyoroti bahwa kepemimpinan ini bukan sekadar janji, melainkan diwujudkan melalui karya nyata yang melanjutkan estafet pembangunan menuju visi Indonesia Emas 2045.
Secara lebih rinci, puisi ini menjabarkan berbagai capaian yang dianggap sebagai bukti keberhasilan sang pemimpin dalam sebelas bulan masa jabatannya.
Capaian tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari penguatan pertahanan (Alutsista) dan kedaulatan, diplomasi yang bermartabat, hingga stabilitas ekonomi seperti pengendalian inflasi dan program lumbung pangan.
Selain itu, disinggung pula kemajuan dalam transisi energi hijau, reformasi birokrasi digital untuk memberantas korupsi, pembangunan infrastruktur strategis seperti jalan tol dan kereta cepat, serta investasi pada sumber daya manusia melalui program beasiswa.
Baca juga : Serenada untuk Sang Pejuang: Ulang Tahun Bang Dasco, Karya: Mahendra Utama
Puisi ini ditutup dengan doa dan harapan agar sang pemimpin senantiasa diberkahi kekuatan untuk terus mengabdi dan mewujudkan cita-cita bangsa.
Untuk Sang Nakhoda, di Usia 74 Musim
Karya: Mahendra Utama
Alhamdulillah, Tuhan kurniakan pemimpin bijaksana,
Di usia tujuh puluh empat musim, semangat tak padam redup.
Sebelas bulan berlalu, jejak terpahat di nusantara,
Melanjutkan estafet pembangunan menuju Indonesia Emas.
Puji syukur pada Yang Maha Kuasa,
Atas anugerah pemimpin yang tegas bervisi luas.
Bukan sekadar janji yang menguap di angkasa,
Melainkan karya nyata yang membumi untuk semesta.
Alutsista kita bangun dengan jiwa mandiri,
Laut dan udara dijaga, kedaulatan tak tergadai.
Diplomasi kini bersuara lantang dan bermartabat,
Di panggung dunia, Indonesia tunjukkan keberanian.
Syukur, inflasi terkendali di tengah badai global,
Ekonomi bertumbuh, meski perlahan namun pasti.
Lumbung Pangan Nusantara, jawaban doa para petani,
Harga gabah dan singkong, melindungi dari nestapa.
Untuk Rakyat, kesejahteraan ditingkatkan,
Agar pengabdianmu semakin tulus untuk bangsa tercinta.
Energi hijau bersinar surya dan bioetanol,
Membebaskan kita dari belenggu impor yang membelit.
Birokrasi digital, menutup celah korupsi,
Layanan publik mengalir, bagai mata air yang jernih.
Jalan tol dan kereta cepat, menyatukan kepulauan,
Dari Sabang sampai Merauke, membuka jalan kemajuan.
Beasiswa Nusantara untuk generasi penerus,
Menyiapkan pemimpin esok yang cerdas dan berakhlak.
Alangkah besar nikmat Allah pada bangsa ini,
Dikaruniai nakhoda yang melanjutkan pembangunan abadi.
Di usia senja, semangatmu masih membara,
Komitmen baja untuk Indonesia yang sejahtera dan merdeka.
Selamat Ulang Tahun, Nakhoda Nusantara,
Semoga Allah senantiasa melimpahkan berkah dan rahmat-Nya.
Terima kasih Ya Rahman, atas pemimpin yang Engkau hadirkan,
Yang tak henti meretas jalan menuju Indonesia Emas.
Semoga cita-cita 2045 bukan lagi mimpi semata,
Melainkan kenyataan yang dirasakan seluruh bangsa.
Damai, berdaulat, dan makmur di bawah ridho-Mu,
Indonesia terus melangkah dengan penuh syukur.
Alhamdulillahirabbil’alamin—segala puji bagi-Mu,
Atas anugerah kepemimpinan yang membawa cahaya.
Bandar Lampung, 14 Oktober 2025
Baca juga : Untuk Gus Imin di Hari Lahirmu





Lappung Media Network