Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Gaya Hidup » Untuk Sang Nakhoda, di Usia 74 Musim, Karya: Mahendra Utama

    Untuk Sang Nakhoda, di Usia 74 Musim, Karya: Mahendra Utama

    Irzon Dwi Darma by Irzon Dwi Darma
    17/10/2025
    in Gaya Hidup
    Untuk Sang Nakhoda, di Usia 74 Musim, Karya: Mahendra Utama

    Mahendra Utama. Foto: Arsip pribadi

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Puisi Untuk Sang Nakhoda, di Usia 74 Musim adalah sebuah karya yang sarat dengan ungkapan syukur dan apresiasi terhadap seorang pemimpin bangsa.

    Ditulis dalam rangka ulang tahun sang pemimpin yang ke-74, puisi ini memposisikannya sebagai Nakhoda atau kapten kapal yang memandu Indonesia.

    Baca juga : Puisi untuk Dony Oskaria

    Tema utamanya adalah rasa terima kasih kepada Tuhan atas anugerah kepemimpinan yang bijaksana, tegas, dan visioner.

    Sang penyair menyoroti bahwa kepemimpinan ini bukan sekadar janji, melainkan diwujudkan melalui karya nyata yang melanjutkan estafet pembangunan menuju visi Indonesia Emas 2045.

    Secara lebih rinci, puisi ini menjabarkan berbagai capaian yang dianggap sebagai bukti keberhasilan sang pemimpin dalam sebelas bulan masa jabatannya.

    Capaian tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari penguatan pertahanan (Alutsista) dan kedaulatan, diplomasi yang bermartabat, hingga stabilitas ekonomi seperti pengendalian inflasi dan program lumbung pangan.

    Selain itu, disinggung pula kemajuan dalam transisi energi hijau, reformasi birokrasi digital untuk memberantas korupsi, pembangunan infrastruktur strategis seperti jalan tol dan kereta cepat, serta investasi pada sumber daya manusia melalui program beasiswa.

    Baca juga : Serenada untuk Sang Pejuang: Ulang Tahun Bang Dasco, Karya: Mahendra Utama

    Puisi ini ditutup dengan doa dan harapan agar sang pemimpin senantiasa diberkahi kekuatan untuk terus mengabdi dan mewujudkan cita-cita bangsa.

    Untuk Sang Nakhoda, di Usia 74 Musim

    Karya: Mahendra Utama

     

    Alhamdulillah, Tuhan kurniakan pemimpin bijaksana,

    Di usia tujuh puluh empat musim, semangat tak padam redup.

    Sebelas bulan berlalu, jejak terpahat di nusantara,

    Melanjutkan estafet pembangunan menuju Indonesia Emas.

     

    Puji syukur pada Yang Maha Kuasa,

    Atas anugerah pemimpin yang tegas bervisi luas.

    Bukan sekadar janji yang menguap di angkasa,

    Melainkan karya nyata yang membumi untuk semesta.

     

    Alutsista kita bangun dengan jiwa mandiri,

    Laut dan udara dijaga, kedaulatan tak tergadai.

    Diplomasi kini bersuara lantang dan bermartabat,

    Di panggung dunia, Indonesia tunjukkan keberanian.

     

    Syukur, inflasi terkendali di tengah badai global,

    Ekonomi bertumbuh, meski perlahan namun pasti.

    Lumbung Pangan Nusantara, jawaban doa para petani,

    Harga gabah dan singkong, melindungi dari nestapa.

     

    Untuk Rakyat, kesejahteraan ditingkatkan,

    Agar pengabdianmu semakin tulus untuk bangsa tercinta.

    Energi hijau bersinar surya dan bioetanol,

    Membebaskan kita dari belenggu impor yang membelit.

     

    Birokrasi digital, menutup celah korupsi,

    Layanan publik mengalir, bagai mata air yang jernih.

    Jalan tol dan kereta cepat, menyatukan kepulauan,

    Dari Sabang sampai Merauke, membuka jalan kemajuan.

     

    Beasiswa Nusantara untuk generasi penerus,

    Menyiapkan pemimpin esok yang cerdas dan berakhlak.

    Alangkah besar nikmat Allah pada bangsa ini,

    Dikaruniai nakhoda yang melanjutkan pembangunan abadi.

     

    Di usia senja, semangatmu masih membara,

    Komitmen baja untuk Indonesia yang sejahtera dan merdeka.

    Selamat Ulang Tahun, Nakhoda Nusantara,

    Semoga Allah senantiasa melimpahkan berkah dan rahmat-Nya.

     

    Terima kasih Ya Rahman, atas pemimpin yang Engkau hadirkan,

    Yang tak henti meretas jalan menuju Indonesia Emas.

    Semoga cita-cita 2045 bukan lagi mimpi semata,

    Melainkan kenyataan yang dirasakan seluruh bangsa.

     

    Damai, berdaulat, dan makmur di bawah ridho-Mu,

    Indonesia terus melangkah dengan penuh syukur.

    Alhamdulillahirabbil’alamin—segala puji bagi-Mu,

    Atas anugerah kepemimpinan yang membawa cahaya.

     

    Bandar Lampung, 14 Oktober 2025

    Baca juga : Untuk Gus Imin di Hari Lahirmu

    Tags: Apresiasi PemimpinBerita PuisiHarapan BangsaIndonesia Emas 2045Kepemimpinan NasionalMahendra UtamaPembangunan IndonesiaPuisiPuisi PemimpinSajak SyukurUlang Tahun PemimpinUntuk Sang Nakhoda
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Kasus Korupsi Pasar Gudang Lelang Masuk Tahap Akhir, 2 Tersangka Diserahkan ke Penuntut Umum

    Next Post

    Tak Bayar Denda Cukai Rp1,8 Miliar, Tanah 2 Hektare di Lampung Disita Jaksa

    Related Posts

    Bandar Lampung 2036: Menanam Ruko, Memanen Hulu, Karya: Mahendra Utama
    Gaya Hidup

    Bandar Lampung 2036: Menanam Ruko, Memanen Hulu, Karya: Mahendra Utama

    11/03/2026
    Lebih Efisien ke Kuala Lumpur atau Jakarta? Ini Analisis Rute Umroh dan Perjalanan dari Lampung
    Gaya Hidup

    Lebih Efisien ke Kuala Lumpur atau Jakarta? Ini Analisis Rute Umroh dan Perjalanan dari Lampung

    22/02/2026
    Satu Tahun Khidmat: Embun bagi Bumi Ruwa Jurai
    Gaya Hidup

    Satu Tahun Khidmat: Embun bagi Bumi Ruwa Jurai

    20/02/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Sering Sebut Galer? Selamat, Istilahmu Kini Resmi Masuk KBBI

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kakanwil BPN Sumsel Sambangi Kantah Banyuasin

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • PDRB Bandarlampung Versus PDRB Palembang: Siapa Unggul?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kantor Pertanahan Banyuasin Kobarkan Gerakan Gemapatas 2025

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mayjen Kristomei Sianturi, Putra Kotabumi Lampung, Jabat Pangdam Radin Inten

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved