Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Saburai » Way Kambas Tutup! Dampak Konflik Gajah vs Manusia Kian Runcing

    Way Kambas Tutup! Dampak Konflik Gajah vs Manusia Kian Runcing

    Irjen by Irjen
    17/01/2026
    in Saburai
    Way Kambas Tutup! Dampak Konflik Gajah vs Manusia Kian Runcing

    Gajah jinak di Taman Nasional Way Kambas. Foto: Arsip TNWK

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Krisis konflik satwa liar dengan manusia di wilayah penyangga berdampak serius pada operasional Taman Nasional Way Kambas (TNWK).

    Mulai Jumat, 16 Januari 2026 kemarin, otoritas setempat memutuskan menyetop total layanan wisata alam bagi pelancong umum.

    Baca juga : Tolak Investasi Perusak Alam, LBH Bandarlampung Pasang Badan untuk TNWK

    Kebijakan ini diambil lantaran Balai TNWK mengalami keterbatasan personel.

    Seluruh sumber daya petugas ditarik ke lapangan untuk fokus menanggulangi pergerakan gajah liar yang kian agresif memasuki pemukiman warga.

    Kepala Balai TNWK, MHD Zaidi menegaskan prioritas instansinya saat ini bergeser pada penanganan konflik, bukan pariwisata.

    Hal itu diperkuat melalui Surat Edaran Nomor 105/T.11/TU/HMS.01.08/B/01/2026 yang dirilis Sabtu, 17 Januari 2026.

    “Menyikapi atensi masyarakat serta terbatasnya SDM dalam penanganan konflik gajah liar, kami melakukan penutupan sementara objek wisata alam,” tegas Zaidi, dilansir pada Sabtu, 17 Januari 2026.

    Penutupan ini berlaku tanpa batas waktu yang ditentukan.

    Namun, Zaidi memberi catatan bahwa akses masuk masih terbuka khusus untuk kegiatan pendidikan dan riset (magang), dengan protokol ketat.

    Baca juga : Cegah Korban Baru, Ini 3 Solusi Mendesak Muhammadiyah Lamtim Atasi Konflik Gajah TNWK

    Tragedi di Desa Penyangga

    Langkah kunci gerbang tersebut tak terlepas dari tekanan publik yang menguat dalam dua pekan terakhir.

    Situasi di desa penyangga memanas pasca insiden maut pada 31 Desember 2025 yang menewaskan Kepala Desa Braja Asri, Darusman, akibat serangan gajah liar.

    Tragedi itu menimbulkan aksi massa di Kantor Balai TNWK pada Selasa, 13 Januari 2026.

    Warga mendesak pemerintah bertanggung jawab atas hilangnya nyawa dan kerusakan ladang yang terus berulang.

    Situasi sosial yang belum stabil dan risiko keamanan tinggi di lapangan menjadi alasan kuat Balai TNWK meniadakan aktivitas rekreasi hingga kondisi dinyatakan aman.

    Baca juga : Seekor Gajah Jinak di Way Kambas Lampung Dilaporkan Mati

    Tags: Balai Taman Nasional Way KambasBerita Lampung TimurGajah MengamukKades Braja AsriKonflik Gajah LiarKonflik Satwa dan ManusiaLampungTNWKWay KambasWay Kambas TutupWisata Lampung
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Mengapa Ekspor Udang Lampung Melimpah, tapi APBD Hanya Kebagian “Remah”?

    Next Post

    Iran di Ambang Krisis: Mampukah Ayatullah Bertahan dari Gejolak Januari 2026?

    Related Posts

    Peluang Emas Kakao Lampung
    Saburai

    Peluang Emas Kakao Lampung: Mengubah Biji Lokal Menjadi Cokelat Premium Dunia

    19/08/2026
    KKI Melompat 69,5%
    Saburai

    KKI Melompat 69,5%, Ini Dampak Ekonomi dan Rakyat

    18/08/2026
    Lampung Butuh Ekosistem Kemasan yang Kuat
    Saburai

    Dari Nasi Kotak sampai Kopi Kafe, Lampung Butuh Ekosistem Kemasan yang Kuat

    17/08/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Evaluasi HGU PT BSA

      Konflik PT BSA Memanas, DPRD Desak Evaluasi HGU dan Usut Kebakaran Mess

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Maulid Arbain Malam ke-4 di Makam Keramat Kupang, Doa untuk Kemerdekaan RI ke-81

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • PTPN Group Garap Hilirisasi Ubi Kayu, Bangun Ekosistem Terpadu Hulu-Hilir

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Lobi Gubernur Lampung di Kementan untuk Kakao 11 Ribu Hektare

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • KKI Melompat 69,5%, Ini Dampak Ekonomi dan Rakyat

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kemasan adalah Ujung Tombak Hilirisasi, Lampung Perlu Seriusi Industri Pendukung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved