Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Metropolitan » Xi Jinping: Dari Desa Terpencil hingga Puncak Kekuasaan Tiongkok

    Xi Jinping: Dari Desa Terpencil hingga Puncak Kekuasaan Tiongkok

    Irzon Dwi Darma by Irzon Dwi Darma
    25/11/2025
    in Metropolitan
    Xi Jinping: Dari Desa Terpencil hingga Puncak Kekuasaan Tiongkok

    Presiden Tiongkok, Xi Jinping. Foto: Istimewa bersumber dari internet

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Sosok Presiden Tiongkok, Xi Jinping, kini dipandang sebagai salah satu pemimpin paling berpengaruh di dunia.

    Namun, di balik kekuasaan absolutnya saat ini, terdapat kisah perjuangan dari titik nol yang jarang disorot.

    Baca juga : Perang Dagang AS vs Tiongkok 2025: Peluang bagi Komoditas Lampung? 

    Hal itu diungkapkan oleh Eksponen 98, Mahendra Utama.

    Mahendra menyoroti bagaimana perjalanan hidup Xi Jinping menawarkan perspektif menarik tentang ketangguhan mental.

    Menurutnya, siapa yang menyangka bahwa seorang bocah yang pernah dipaksa bekerja keras di ladang terpencil, kini memegang kendali atas 1,4 miliar penduduk.

    “Xi Jinping bukan sekadar Presiden Tiongkok biasa.

    “Dia memegang 3 posisi kunci sekaligus, Sekretaris Jenderal Partai Komunis, Presiden, dan Ketua Komisi Militer Sentral,” ujar Mahendra Utama dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 25 November 2025.

    Mahendra menambahkan, kombinasi kekuasaan semacam ini belum pernah terlihat lagi sejak era Mao Zedong.

    Bahkan, Xi berhasil melakukan sesuatu yang dianggap tabu dalam politik Tiongkok modern, yakni mengamankan periode kepemimpinan ketiga.

    Tempaan Masa Kelam

    Dalam pandangan Mahendra, karakter keras dan disiplin Xi tidak lahir dari kemewahan, melainkan dari penderitaan.

    Meski lahir sebagai anak pejabat pada 15 Juni 1953, nasib Xi berubah drastis saat Revolusi Kebudayaan meletus di akhir 1960-an.

    “Keluarganya dianggap tidak revolusioner. Xi yang saat itu masih remaja dikirim ke Desa Liangjiahe, Shaanxi.

    “Itu tempat yang sangat jauh dari hiruk-pikuk ibu kota,” jelas Mahendra.

    Baca juga : Investor Tiongkok Janjikan Produksi Jagung Lampung Naik 2 Ton per Hektare

    Selama 6 tahun, dari 1969 hingga 1975, Xi hidup layaknya petani miskin.

    Ia tidur di dalam gua, bekerja kasar di ladang, tanpa aliran listrik maupun fasilitas modern.

    Mahendra menilai, fase inilah kawah candradimuka yang sesungguhnya bagi Xi.

    “Banyak yang bilang, pengalaman inilah yang membuat Xi benar-benar paham penderitaan rakyat kecil.

    “Itu bukan teori dari buku, tapi pengalaman langsung yang membekas dalam jiwanya,” tegasnya.

    Setelah masa sulit itu, Xi bangkit mengejar pendidikan di Universitas Tsinghua, mengambil jurusan Teknik Kimia, hingga akhirnya meraih gelar doktor di bidang Teori Marxis dan Pendidikan Ideologi.

    Kutu Buku yang Visioner

    Selain ketahanan fisik, Mahendra juga mengagumi sisi intelektual sang pemimpin Tiongkok.

    Xi Jinping dikenal sebagai sosok yang gemar membaca (kutu buku), mulai dari literatur klasik Tiongkok hingga filsafat Barat.

    “Ini bukan sekadar basa-basi protokoler. Sejak kecil, ibunya sering menceritakan kisah Jenderal Yue Fei yang loyal.

    “Ia juga mendalami Goethe, Dickens, Tolstoy, hingga filsuf Barat seperti Plato dan Hegel,” papar Mahendra.

    Menurut Mahendra, sintesa dari bacaan luas dan pengalaman hidup itulah yang melahirkan Pemikiran Xi Jinping.

    Sebuah gabungan filosofi Tiongkok kuno dengan teori politik kontemporer yang menjadi landasan kebijakan masif saat ini, mulai dari pemberantasan korupsi hingga proyek ambisius Belt and Road Initiative.

    “Hari ini sulit membayangkan Tiongkok tanpa Xi Jinping. Dia telah mengubah wajah politik domestik dan diplomasi internasional negara itu.

    “Apakah ini pertanda kebangkitan sesungguhnya atau konsolidasi kekuasaan yang terlalu terpusat? Waktu yang akan menjawabnya,” pungkas Mahendra.

    Baca juga : BRCC Buka Jalan Pemuda Lampung ke Tiongkok: Kuliah, Magang, dan Karir Global

    Tags: #PartaiKomunisTiongkok#PemimpinDunia#PolitikTiongkok#SejarahKontemporer#XiJinping
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Investasi Lampung Melampaui Target: Pondasi Kokoh Kesejahteraan Masyarakat

    Next Post

    Kejari Bandarlampung Tetapkan 8 Tersangka Korupsi Kredit Himbara, Negara Rugi Rp2,5 Miliar

    Related Posts

    Mengapa 80 Persen Rakyat Optimis? Rahasia Kolaborasi Mirza-Jihan Terbongkar
    Metropolitan

    Mengapa 80 Persen Rakyat Optimis? Rahasia Kolaborasi Mirza-Jihan Terbongkar

    09/02/2026
    "Gentengisasi" Prabowo: Proyek Estetika atau Pelumas Roda Ekonomi Desa di Lampung?
    Metropolitan

    “Gentengisasi” Prabowo: Proyek Estetika atau Pelumas Roda Ekonomi Desa di Lampung?

    05/02/2026
    Fahri Hamzah Tinjau Muara Angke: Dorong Konsep Rumah Panggung Nelayan
    Metropolitan

    Wamen PKP Pastikan Hunian Pesisir Muara Angke Layak

    31/01/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Mengenal PT Lampung Energi Berjaya: Profil, Misi, dan Pemimpin Visioner

      Mengenal PT Lampung Energi Berjaya: Profil, Misi, dan Pemimpin Visioner

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Danantara Indonesia Gelar Pelatihan Semikonduktor: Bangun Masa Depanmu di Industri Chip Tingkat Dunia

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Dua Dirjen PKP Pamitan, Tak Sejalan dengan Maruarar Sirait?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Subholding Downstream Pertamina Resmi Berdiri: Hasil Merger 3 Bisnis Sektor Hilir

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Siapa Saja 17 Bos BPI Danantara, Inilah Daftar Lengkapnya

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara): Mimpi Besar Prabowo untuk Indonesia Maju

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved