Lappung – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mencatatkan prestasi gemilang dalam ajang BUMN Branding dan Marketing Award (BBMA) 2025 dengan memborong 3 penghargaan sekaligus.
Capaian ini dinilai bukan sekadar seremonial, melainkan indikator nyata keberhasilan transformasi perusahaan yang didukung oleh pengawasan ketat jajaran komisaris.
Baca juga : Jurus Diplomasi Ekonomi Prabowo: Kemitraan Kapal Rp87 Triliun, Solusi Win-Win RI-Inggris
Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, menyoroti bahwa kesuksesan IPC TPK di atas panggung penghargaan tersebut berbanding lurus dengan kinerja mereka di lapangan.
Berdasarkan data, volume layanan atau throughput IPC TPK tercatat tumbuh signifikan sebesar 13,1 persen sepanjang periode Januari hingga Oktober 2025.
“Pencapaian 3 piala ini bukan sekadar trofi pelengkap lemari. Ini adalah konfirmasi valid bahwa strategi pemasaran berbasis pelanggan yang mereka jalankan benar-benar efektif.
“Angka pertumbuhan 13,1 persen itu membuktikan strategi yang dirumuskan berdampak langsung pada kepuasan pelanggan dan daya saing,” ujar Mahendra Utama dalam keterangannya, Kamis, 4 dan 2025
Kolaborasi Solid dan Pengawasan Aktif
Dalam ajang tersebut, penghargaan bergengsi The Best CMO – Strategic Commercial Excellence dan Gold Winner Best Data-Driven Marketing Strategy diraih oleh Plt Direktur Komersial, Yanuar Evyanto.
Menurut Mahendra, hal ini menunjukkan kemampuan jajaran Direksi dalam mengeksekusi strategi berbasis data secara presisi.
Namun, Mahendra memberikan catatan khusus pada penghargaan Platinum Winner – Best Omni Channel Marketing Strategy yang diterima langsung oleh Komisaris Independen IPC TPK, Chaerudin Affan.
Baca juga : Muara Enim, Muba, dan Palembang: 3 Raja Ekonomi Sumatera Selatan yang Jarang Disorot
Menurutnya, kehadiran komisaris di panggung penghargaan pemasaran adalah fenomena menarik yang menyiratkan pesan kuat mengenai tata kelola perusahaan.
“Biasanya penghargaan pemasaran identik dengan ranah operasional atau direksi.
“Namun, tampilnya Pak Chaerudin Affan menandakan bahwa fungsi pengawasan di IPC TPK tidak lagi sekadar formalitas.
“Komisaris tidak hanya duduk manis di ruang rapat, tetapi terlibat aktif memastikan strategi perusahaan berjalan on track dan sesuai koridor tata kelola,” tegas Mahendra.
Era Digital
Menanggapi tema BBMA tahun ini, Brand BUMN Menuju Kedaulatan Digital dan Daya Saing Global, Mahendra menilai peran pengawasan independen seperti yang dilakukan Chaerudin Affan menjadi sangat krusial.
Transformasi digital yang berkelanjutan membutuhkan mekanisme check and balance yang kuat agar tidak melenceng dari tujuan utama.
“Pengawasan yang independen namun konstruktif adalah kunci agar pertumbuhan yang sudah dicapai ini menjadi fondasi jangka panjang, bukan sekadar pencapaian sesaat,” tambahnya.
Mahendra juga menekankan pentingnya dukungan terhadap fungsi pengawasan yang diemban Chaerudin Affan, mengingat dinamika bisnis logistik maritim yang semakin kompetitif.
“Ketika visi progresif Direksi bertemu dengan pengawasan yang solid dari Komisaris, hasilnya adalah transformasi nyata yang terukur.
“IPC TPK kini berada di jalur yang tepat untuk menjadi pemain utama di kancah global,” pungkas Mahendra.
Baca juga : Lampung di Simpang Jalan: Ketika Pertumbuhan Ekonomi Tak Berjalan Seiring dengan Kualitas Kerja





Lappung Media Network