Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Pemerintahan » 3 Tewas Akibat Banjir Bandarlampung, Wali Kota Salahkan Pelindo

    3 Tewas Akibat Banjir Bandarlampung, Wali Kota Salahkan Pelindo

    Irjen by Irjen
    21/04/2025
    in Pemerintahan
    3 Tewas Akibat Banjir Bandarlampung, Wali Kota Salahkan Pelindo

    Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana meninjau banjir di Kecamatan Panjang. Foto: Dokumentasi Pemkot Bandarlampung

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – 3 tewas akibat banjir Bandarlampung Wali Kota salahkan Pelindo

    Musibah banjir yang menerjang sejumlah wilayah di Kota Bandarlampung pada Senin, 21 April 2025 menyisakan duka mendalam.

    Baca juga : Panjang Paling Parah: Banjir Bandarlampung Tewaskan 3 Orang

    3 warga dilaporkan meninggal dunia akibat bencana ini, sementara Wali Kota Bandarlampung, Eva Dwiana, secara terang-terangan menyalahkan PT Pelindo II Regional Panjang sebagai salah satu penyebab utama banjir, khususnya di wilayah Panjang.

    Ketiga korban jiwa tersebut seluruhnya berasal dari Kecamatan Panjang, wilayah yang dilaporkan paling parah terdampak banjir.

    Identitas korban tewas adalah Diding (45), Piyan (15), dan Kurnawati (59).

    Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD) setempat telah melakukan evakuasi jenazah tak lama setelah kejadian.

    Wali Kota Eva Dwiana menyampaikan tudingannya saat meninjau langsung saluran air di wilayah kerja Pelindo (Pelabuhan Panjang) di Kelurahan Panjang Utara.

    Ia menyebut, banyak drainase yang berada di area tersebut sudah tidak mengalir akibat sedimentasi dan ditutup.

    Baca juga : Lampung Rawan Bencana, Banjir dan Puting Beliung Mengintai di Masa Pancaroba

    Kondisi ini, menurutnya, mengakibatkan aliran air yang berasal dari perkampungan warga di sekitarnya tidak memiliki jalur pembuangan ke muara atau laut, sehingga air meluap dan menggenangi pemukiman warga.

    Menghadapi situasi tersebut, Wali Kota yang akrab disapa Bunda Eva ini meminta pihak Pelindo untuk segera mengambil langkah perbaikan drainase yang ada di wilayah kerja mereka guna membantu mengatasi banjir, khususnya di Kecamatan Panjang.

    “Tadi bisa kita sendiri di lapangan, bahwa banyak drainase yang ditutup. Kalau ini dibuka dua pintu saja, insya Allah nggak banjir lagi,” ujar Eva Dwiana, mendesak agar minimal dua pintu aliran drainase dibuka.

    Ia menambahkan, warga bahkan sampai menutup aliran air menggunakan karung untuk mencegah air dari area Pelindo masuk ke rumah mereka.

    “Pekerjaan terserah Pelindo, yang penting kalau hujan wilayah panjang tidak banjir,” tegasnya.

    3 Tewas Akibat Banjir Bandarlampung Wali Kota Salahkan Pelindo

    Selain merenggut korban jiwa, banjir yang melanda sejak dini hari setelah hujan lebat mengguyur Bandar Lampung dari Minggu, 20 April 2025 malam hingga Senin pagi ini juga menimbulkan kerugian materiil.

    Kecamatan Panjang menjadi area terdampak paling parah, termasuk 8 RT di Kelurahan Panjang Utara.

    Baca juga : Tragis, Pemotor Terseret Banjir di Bandarlampung Akibat Drainase Mampet

    Madrasah Ibtidaiyah Masyarikul Anwar di Kampung Selurut, Kelurahan Panjang, misalnya, mengalami kerusakan serius dengan tembok jebol dan sebagian atap ambruk akibat derasnya arus banjir.

    Wilayah lain yang turut terdampak cukup parah meliputi Kecamatan Rajabasa, dengan ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa di beberapa titik, dan Kecamatan Tanjung Senang, di mana air mencapai setinggi lutut di sejumlah area.

    Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait telah diturunkan ke lapangan untuk penanganan pasca-banjir.

    Tim gabungan terdiri dari BPBD untuk penyedotan air, Damkar, Pol PP, dan DLH untuk pembersihan, serta Dinas PU untuk penanganan infrastruktur.

    Wali Kota juga memberikan bantuan darurat berupa nasi bungkus, air mineral, dan bantuan lainnya kepada warga terdampak.

    Peristiwa banjir kali ini bukanlah yang pertama kali melanda Bandar Lampung di tahun 2025.

    Sebelumnya, pada Januari lalu, banjir juga menerjang dan menyebabkan setidaknya 9 sekolah di bawah kewenangan Pemkot serta 2 SMA di bawah Pemprov terdampak.

    Baca juga : Lawan Banjir, 10 Bangunan Liar di Bandarlampung Dibongkar Paksa

    Tags: BandarlampungBanjir BandarlampungEva DwianaKecamatan PanjangKorban BanjirLampungPelindo LampungPelindo Panjang
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Kobarkan Semangat Kartini, Wagub Jihan Ajak Perempuan Bangun Lampung

    Next Post

    Korupsi Tol Lampung Seret 2 Pegawai Waskita, Kejati Bidik Dalang Lain

    Related Posts

    epala Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatera Selatan, Ir. Rahmat, A.Ptnh., M.M., saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pertanahan Kabupaten Banyuasin pada Senin 13 April 2026.
    Pemerintahan

    Kakanwil BPN Sumsel Sambangi Kantah Banyuasin

    14/04/2026
    Sebagai bentuk perhatian nyata, Kantah Palangka Raya menyalurkan bantuan berupa bingkisan kepada seluruh siswa TK Palangka II.
    Pemerintahan

    Kantor Pertanahan Kota Palangka Raya Kunjungi TK Palangka II

    08/04/2026
    Kantor Pertanahan Kota Palangka Raya Serahkan Aset
    Pemerintahan

    Kantor Pertanahan Kota Palangka Raya Serahkan Aset Pemerintah Kota

    03/04/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • PDRB Bandarlampung Versus PDRB Palembang: Siapa Unggul?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Sering Sebut Galer? Selamat, Istilahmu Kini Resmi Masuk KBBI

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kakanwil BPN Sumsel Sambangi Kantah Banyuasin

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Selamat Tinggal Tiket Manual, ASDP Targetkan 100 Persen Digital Oktober Ini

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kantor Pertanahan Banyuasin Kobarkan Gerakan Gemapatas 2025

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved