Lappung – Kabupaten Lampung Timur semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu lumbung pangan dan rempah strategis di kawasan selatan Sumatera.
Baca juga : 5 Sentra Cabai Lampung
4 komoditas unggulan, lada, cabai, singkong, dan jagung, menjadi pilar utama yang tidak hanya menopang ekonomi agraris lokal tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan dan devisa negara.
Keempat komoditas ini memiliki peran vital yang saling melengkapi dalam memperkuat struktur ekonomi daerah.
Lada hitam, yang telah lama menjadi ikon rempah Lampung, terus mempertahankan statusnya sebagai primadona ekspor.
Menurut pemerhati pembangunan, Mahendra Utama, reputasi lada hitam asal Lampung Timur telah diakui di pasar internasional, terutama di India dan Eropa.
“Lada hitam bukan sekadar komoditas, tetapi juga warisan agraris yang menjadi sumber devisa penting dan kebanggaan bagi para petani kita,” ujar Mahendra Utama, Kamis, 9 Oktober 2025.
Di sisi ketahanan pangan, cabai merah dari Lampung Timur memegang peranan krusial.
Produksinya yang konsisten mampu menstabilkan pasokan di tingkat provinsi dan menjadi salah satu pemasok utama untuk pasar di Pulau Jawa.
“Peran ini sangat strategis, terutama untuk mengendalikan lonjakan harga saat musim paceklik tiba,” jelas Mahendra.
Baca juga : Hilirisasi Jeruk Siam: Lampung Menuju Kedaulatan Ekonomi
Sementara itu, singkong dan jagung menjadi tulang punggung bagi sektor industri.
Singkong dari Lampung Timur menjadi bahan baku utama untuk industri tapioka dan bioetanol yang rantai pasoknya berskala nasional.
Di sisi lain, jagung, dengan produktivitas yang terus meningkat dari tahun ke tahun, menjadi komponen fundamental bagi industri pakan ternak di Lampung dan wilayah sekitarnya.
Mahendra menegaskan bahwa untuk menjaga momentum pertumbuhan ini, sinergi antara semua pemangku kepentingan adalah kunci.
“Kunci keberhasilannya terletak pada sinergi yang kuat antara petani, pemerintah daerah, dan pelaku industri.
“Dengan kolaborasi yang baik, komoditas ini tidak hanya akan kuat di pasar lokal, tetapi juga mampu bersaing secara global.
“Lampung Timur punya potensi besar untuk menjadi poros agribisnis masa depan Indonesia,” tutupnya.
Baca juga : Lampung Cukup Sayur, Kurang Distribusi





Lappung Media Network