Lappung – 13 perusahaan gabung PalmCo dan SupportingCo
Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) secara resmi mengumumkan langkah strategisnya terkait penggabungan 13 perusahaan di bawah naungannya.
Baca juga : Renungan Tutup Musim. PTPN X Kebun Tembakau Up Produksi hingga 129 Persen
Inisiatif ini menghasilkan pembentukan dua Sub Holding, yaitu PalmCo dan SupportingCo, pada Jumat, 1 Desember 2023
Pada pembentukan Subholding PalmCo, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V, VI, dan XIII digabungkan ke dalam PTPN IV sebagai surviving entity.
Sebaliknya, PTPN III (Persero) mengalami pemisahan yang tidak murni ke dalam PTPN IV.
Sementara itu, Subholding SupportingCo terbentuk melalui penggabungan PTPN II, VII, VIII, IX, X, XI, XII, dan XIV ke dalam PTPN I.
Langkah ini menjadi bagian dari implementasi Program Strategis Nasional (PSN) dengan tujuan utama mewujudkan kemandirian, terutama dalam bidang ketahanan pangan dan energi.
Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, menjelaskan bahwa merger PTPN Group adalah salah satu skema yang dijalankan oleh Kementerian BUMN.
“Salah satunya untuk efisiensi dan peningkatan indikator keuangan serta operasional perseroan,” ujarnya.
Baca juga : Karet PTPN VII Pulih dari Penyakit Gugur Daun
Kartika Wirjoatmodjo menekankan bahwa salah satu tantangan umum dalam proses merger.
Yaitu integrasi sumber daya manusia, tidak menjadi hambatan di PTPN Group.
Dukungan kuat dari serikat pekerja diharapkan dapat menjaga kekompakan dalam organisasi.
“Saya berharap kekompakan ini harus terus dijaga sehingga tidak akan ada gejolak yang mengganggu kinerja perusahaan,” ungkap Wirjoatmodjo.
Dai juga menyoroti fokus PalmCo yang akan difokuskan pada peningkatan hilirisasi produk-produk kelapa sawit.
Lebih lanjut, perusahaan juga akan menaruh perhatian khusus pada bidang energi, termasuk biogas, biodiesel sustainable efficient fuel, dan produk lainnya.
Muhammad Abdul Ghani, Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), menyampaikan bahwa pembentukan PalmCo dan SupportingCo merupakan langkah aksi korporasi restrukturisasi.
Hal ini dilakukan menyusul terbentuknya SugarCo pada 2021 lalu, sebagai upaya terus tumbuh dan berkontribusi maksimal.
“Integrasi PTPN Group melalui pembentukan PalmCo dan SupportingCo merupakan langkah nyata dalam strategi korporasi untuk menghadapi persaingan global yang semakin ketat,” kata Ghani.
Baca juga : Dadang Hermawan Jadi Kadiv Akuntan dan Keuangan PTPN XI
Dia menambahkan bahwa strategi Subholding, termasuk PalmCo dan SupportingCo, memiliki tujuan besar.
Seperti memaksimalkan nilai aset landbank untuk mendapatkan nilai tambah dan meningkatkan margin EBITDA dalam 5 tahun mendatang.
Lalu, peningkatan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG), meningkatkan ketahanan pangan, peningkatan ekuitas, hingga peningkatan kepemimpinan.
13 Perusahaan Gabung PalmCo dan SupportingCo
Pada PalmCo, visi ambisiusnya adalah menjadi perusahaan kelapa sawit terbesar di dunia dalam hal luas lahan, dengan target mencapai lebih dari 600 ribu hektare pada tahun 2026.
“PalmCo diharapkan menjadi pemain utama di industri kelapa sawit global,” ungkap Abdul Ghani.
Sebagai hasilnya, PTPN berharap dapat signifikan meningkatkan produksi CPO nasional dan minyak goreng dalam negeri.
Produksi minyak goreng diperkirakan meningkat dari 460.000 ton/tahun pada 2021 menjadi 1,8 juta ton/tahun (4 kali lipat) pada 2026.
Sementara itu, SupportingCo diarahkan untuk menjadi Perusahaan Pengelola Aset Perkebunan Unggul.
Ini melibatkan optimalisasi dan divestasi aset, pengelolaan tanaman perkebunan, diversifikasi usaha, dan bisnis berkelanjutan yang dapat memberikan nilai tambah signifikan bagi perusahaan.
“Dengan dua subholding ini, PTPN berupaya mencapai posisi strategis di sektor perkebunan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” tandasnya.
Baca juga : Citraland City Sampali Launching





Lappung Media Network