Lappung – KPU Bandarlampung gelar debat pamungkas di siang hari.
KPU Kota Bandarlampung akan menggelar debat publik kedua sekaligus pamungkas bagi pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota pada Jumat, 15 November 2024.
Baca juga : 4 Lembaga di Lampung Sepakat Awasi Kampanye Media Pilkada 2024
Berbeda dari debat pertama yang berlangsung malam hari, kali ini debat akan diadakan pukul 14.00 WIB di Swissbell Hotel, Bandarlampung.
Ketua KPU Kota Bandarlampung, Dedy Triyadi, mengungkapkan perubahan waktu pelaksanaan debat ini merupakan upaya KPU untuk memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat agar dapat mengikuti jalannya debat dengan lebih leluasa.
“Debat kedua ini merupakan acara pamungkas, karena kami hanya menggelar debat sebanyak 2 kali, bukan 3 kali,” ujar Dedy, Rabu, 13 November 2024.
Debat yang direncanakan berlangsung selama 150 menit ini akan mengusung tema “Sinergi dan Harmonisasi Pembangunan Kota Bandarlampung dalam Memperkokoh NKRI”.
Dedy menjelaskan bahwa tema ini dirancang untuk menggali visi, misi, dan program unggulan dari kedua pasangan calon yang akan beradu gagasan.
Pasangan nomor urut 01, Reihana-Aryodhia Febriansyah SZP, dan pasangan nomor urut 02, Eva Dwiana-Deddy Amarullah, diharapkan dapat menyampaikan pandangan dan rencana kerja mereka untuk membawa kemajuan bagi Bandarlampung di masa depan.
Masing-masing pasangan akan memiliki kesempatan untuk memaparkan program yang diyakini dapat meningkatkan kesejahteraan warga kota dan memperkuat persatuan di tengah masyarakat.
Baca juga : Polisi Siaga Kawal Pilkada Lampung, Kapolda Ingatkan Bahaya Polarisasi
KPU Kota Bandarlampung juga melibatkan sejumlah panelis dari kalangan akademisi terkemuka di Provinsi Lampung untuk memberikan penilaian yang objektif dalam debat ini.
Panelis tersebut antara lain Prof. Dr. Nairobi (Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung), Erizal (Ketua Komisi Informasi Provinsi Lampung).
Lalu, Dr. Fathul Mu’in (Dosen Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung), Dr. Moelyono (Rektor Universitas Tulang Bawang).
Dan, Prof. Dr. Yuberti (Guru Besar Ilmu Teknologi Pembelajaran Fisika UIN Raden Intan Lampung).
Dengan format 6 segmen, debat ini diharapkan menjadi momen krusial bagi masyarakat untuk melihat lebih dalam karakter dan komitmen para calon pemimpin kota.
KPU berharap perubahan waktu ini dapat membuat debat lebih mudah diakses dan menjadi referensi bagi masyarakat dalam menentukan pilihan mereka di bilik suara nanti.
“Kami berharap debat ini dapat menjadi acuan bagi masyarakat dalam memilih calon yang memiliki visi, misi, dan program terbaik untuk memajukan Kota Bandarlampung,” tambah Dedy.
Baca juga : PWNU Lampung: Pengurus yang Jadi Timses Pilkada Harus Nonaktif
KPU Bandarlampung Gelar Debat Pamungkas di Siang Hari
Di tengah persiapan debat, KPU Bandarlampung juga tengah mengatasi kendala teknis terkait logistik surat suara.
Tercatat ada kekurangan 5.915 surat suara untuk Pemilihan Gubernur dan Pemilihan Wali Kota 2024.
Menurut Dedy, kekurangan tersebut telah dilaporkan dan pengiriman tambahan surat suara sedang dalam proses untuk tiba tepat waktu.
KPU Bandarlampung sebelumnya telah menerima logistik surat suara sebanyak 800.000 lembar untuk masing-masing pemilihan, baik Pilgub maupun Pilwalkot.
Jumlah tersebut telah menyesuaikan dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kota Bandarlampung yang tercatat sebanyak 786.182 pemilih.
Dengan tambahan cadangan 2 persen di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).
“Kami pastikan surat suara akan siap tepat waktu untuk mendukung kelancaran Pilkada serentak 2024,” jelas Dedy.
Baca juga : Politik Uang dan Netralitas ASN Warnai Pelanggaran Pilkada Serentak di Lampung





Lappung Media Network