Lappung – Lampung di zona rawan gempa pengembang diimbau gunakan konstruksi aman.
Provinsi Lampung kembali diingatkan untuk meningkatkan kesiagaan menghadapi potensi bencana gempa bumi.
Baca juga : Waspada! Lampung Berisiko Tinggi Terkena Gempa Megathrust
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung menegaskan pentingnya kampanye penguatan bangunan sebagai langkah mitigasi utama.
“Provinsi Lampung memiliki potensi gempa vulkanik, tektonik, hingga Megathrust.
“Dengan ancaman ini, kami mendorong agar pengembang perumahan dan masyarakat menggunakan konstruksi bangunan yang tahan gempa,” ujar Analis Bencana BPBD Lampung, Wahyu Hidayat, Rabu, 20 November 2024.
Menurut Wahyu, bangunan yang dirancang dengan teknologi tahan gempa dapat meminimalkan risiko kerugian, baik materiil maupun korban jiwa.
“Edukasi soal konstruksi ini sangat penting, khususnya di wilayah yang memiliki ancaman tinggi akibat pergerakan lempeng samudera.
“Seperti Kabupaten Pesisir Barat, Tanggamus, Pesawaran, Lampung Selatan, dan Kota Bandarlampung,” katanya.
Baca juga : 4 Kabupaten di Lampung dalam Risiko Tinggi Gempa
Potensi Besar dari Megathrust hingga Gunung Berapi
Pemetaan risiko BPBD Lampung menunjukkan adanya ancaman gempa besar akibat Megathrust yang disebabkan oleh pergerakan lempeng samudera di pantai barat Sumatra.
Selain itu, ancaman gempa daratan juga muncul dari sesar aktif, seperti Sesar Semangko, Sesar Tarahan, dan Sesar Panjang.
Tak hanya itu, Lampung juga memiliki risiko gempa vulkanik dari aktivitas 4 gunung berapi.
Yaitu, Gunung Rajabasa dan Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan, serta Gunung Seminung dan Gunung Belerang di Lampung Barat.
“Gunung-gunung ini aktif karena aktivitas panas bumi di dalamnya. Ini juga harus diwaspadai masyarakat sekitar,” tambah Wahyu.
Mitigasi dengan Bangunan Tahan Gempa
BPBD Lampung mengungkapkan, salah satu kunci keberhasilan mitigasi adalah perluasan kampanye bangunan tahan gempa.
Baca juga : Fenomena Alam! Ikan Cekong di Pantai Kota Agung Tanggamus Lompat ke Daratan
“Kami terus mendorong masyarakat dan pengembang untuk mematuhi standar konstruksi aman. Ini bukan hanya soal investasi, tetapi soal nyawa,” tegas Wahyu.
Dia juga menyebutkan upaya peningkatan kapasitas manajemen bencana sebagai langkah pendukung.
“Peningkatan kapasitas ini penting untuk meminimalkan kerugian materiil dan mempercepat penanganan dampak bencana. Kami harus siap menghadapi skenario terburuk,” ujarnya.
Lampung di Zona Rawan Gempa Pengembang Diimbau Gunakan Konstruksi Aman
Wahyu mengimbau seluruh warga, terutama yang tinggal di daerah rawan, untuk aktif berpartisipasi dalam upaya mitigasi.
“Kesadaran masyarakat adalah fondasi utama. Dengan kesiapsiagaan bersama, dampak bencana dapat diminimalkan,” katanya.
Langkah BPBD Lampung ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa ancaman gempa adalah hal nyata yang membutuhkan kesiapan total.
Konstruksi bangunan yang aman bukan lagi pilihan, melainkan keharusan demi keselamatan bersama.
Baca juga : Cuaca Panas Lampung Bikin Penasaran, BMKG: Siklon Tropis Biang Keroknya





Lappung Media Network