Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Saburai » Tragis! Anak Gajah Way Kambas Mati dengan Perut Dipenuhi Cacing

    Tragis! Anak Gajah Way Kambas Mati dengan Perut Dipenuhi Cacing

    Irzon Dwi Darma by Irzon Dwi Darma
    04/12/2024
    in Saburai
    Tragis! Anak Gajah Way Kambas Mati dengan Perut Dipenuhi Cacing

    Seekor anak gajah jinak berjenis kelamin jantan ditemukan mati di kawasan Savana, Resort Kuala Penet, Seksi Wilayah III Taman Nasional Way Kambas. Foto: Dokumentasi Humas TNWK

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Anak gajah Way Kambas mati dengan perut dipenuhi cacing.

    Seekor anak gajah jinak berjenis kelamin jantan ditemukan mati di kawasan Savana, Resort Kuala Penet, Seksi Wilayah III Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Minggu, 1 Desember 2024.

    Baca juga : Pemakaman Umum di Lampung Barat Hancur Akibat Amukan Kawanan Gajah Liar

    Gajah yang diberi nama Rubadi itu diketahui masih berusia 5 tahun.

    Hasil otopsi menunjukkan temuan mengejutkan, perutnya dipenuhi cacing.

    Sukatmoko, Humas Balai TNWK, membenarkan peristiwa tragis ini.

    Gajah tersebut merupakan tanggung jawab Elephant Response Unit (ERU), sebuah organisasi yang bekerja sama dengan TNWK untuk menjaga populasi gajah.

    Namun, hingga kini penyebab kematian Rubadi belum dapat dipastikan.

    “Gajah ditemukan sudah dalam kondisi mati. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, banyak ditemukan cacing dalam perutnya.

    “Kami khawatir ini terkait penyakit, semoga bukan penyakit yang dapat menular ke gajah lain.

    “Sampel organ sudah kami ambil untuk diuji di laboratorium,” ujar Sukatmoko pada Selasa, 3 Desember 2024.

    Baca juga : Gajah Riska TNWK Beranak Lagi

    Rubadi adalah anak dari gajah betina bernama Meli.

    Menurut laporan Andre Anggita dari Polsek Braja Selebah, Rubadi sempat digembalakan oleh pawangnya, Supardi, di kawasan Savana.

    Namun, saat Supardi kembali pada sore hari, Rubadi telah ditemukan mati.

    “Pagi hari gajah digembalakan di hutan TNWK. Namun, saat sore hendak diambil, Rubadi sudah dalam kondisi tidak bernyawa,” ungkap Andre.

    Kematian Rubadi memicu keprihatinan karena gajah jinak seperti dirinya merupakan bagian penting dari pelestarian satwa langka di TNWK.

    Selain itu, temuan cacing dalam perut Rubadi menimbulkan kekhawatiran adanya ancaman penyakit yang dapat menyerang populasi gajah di kawasan tersebut.

    “Kami akan memastikan penyelidikan dilakukan secara mendalam untuk mengetahui penyebab pasti kematian.

    “Hasil laboratorium akan menjadi kunci untuk langkah-langkah mitigasi lebih lanjut,” kata Sukatmoko.

    TNWK, sebagai salah satu tempat konservasi gajah terbesar di Indonesia, terus menghadapi tantangan besar.

    Tak lain dalam melindungi populasi gajah dari ancaman penyakit, perburuan liar, dan konflik manusia dengan satwa liar.

    Baca juga : Gajah Mambo di Taman Nasional Way Kambas Mati, Tim Medis Lakukan Nekropsi

    Peristiwa ini menjadi pengingat betapa pentingnya perhatian lebih dalam menjaga kesehatan dan habitat satwa langka seperti gajah Sumatera.

    Anak Gajah Way Kambas Mati dengan Perut Dipenuhi Cacing

    Balai TNWK bersama ERU kini tengah mengawasi kondisi gajah lain di sekitar lokasi kejadian.

    Tim medis juga disiagakan untuk melakukan pemeriksaan rutin guna mencegah potensi penularan penyakit yang diduga menjadi penyebab kematian Rubadi.

    Kematian Rubadi adalah kehilangan besar bagi konservasi gajah Sumatera, yang kini menghadapi ancaman kepunahan akibat perburuan dan degradasi habitat.

    Diharapkan, hasil investigasi dapat memberikan pelajaran penting untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

    Baca juga : Gajah Liar Rusak Perkebunan Warga di Semaka Tanggamus

    Tags: GajahGajah MatiGajah RubadiGajah Way KambasLampungTaman Nasional Way KambasTNWKWay Kambas
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Dukung Program Prabowo, Mitratani Dua Tujuh Garap Lahan TNI untuk Budidaya Okra

    Next Post

    Burung Ilegal Ditutupi Pisang, Karantina Lampung Ungkap Modus Licik

    Related Posts

    Peluang Emas Kakao Lampung
    Saburai

    Peluang Emas Kakao Lampung: Mengubah Biji Lokal Menjadi Cokelat Premium Dunia

    19/08/2026
    KKI Melompat 69,5%
    Saburai

    KKI Melompat 69,5%, Ini Dampak Ekonomi dan Rakyat

    18/08/2026
    Lampung Butuh Ekosistem Kemasan yang Kuat
    Saburai

    Dari Nasi Kotak sampai Kopi Kafe, Lampung Butuh Ekosistem Kemasan yang Kuat

    17/08/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Evaluasi HGU PT BSA

      Konflik PT BSA Memanas, DPRD Desak Evaluasi HGU dan Usut Kebakaran Mess

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Maulid Arbain Malam ke-4 di Makam Keramat Kupang, Doa untuk Kemerdekaan RI ke-81

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • PTPN Group Garap Hilirisasi Ubi Kayu, Bangun Ekosistem Terpadu Hulu-Hilir

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Lobi Gubernur Lampung di Kementan untuk Kakao 11 Ribu Hektare

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • KKI Melompat 69,5%, Ini Dampak Ekonomi dan Rakyat

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kemasan adalah Ujung Tombak Hilirisasi, Lampung Perlu Seriusi Industri Pendukung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved