Lappung – FML soroti banjir tahunan di Bandarlampung kepemimpinan panjang solusi tak kunjung datang!
Hujan deras yang mengguyur Kota Bandarlampung dalam beberapa hari terakhir kembali membawa bencana bagi warga.
Baca juga : Korban Jiwa Berjatuhan, Banjir dan Longsor Hantam Bandarlampung
Genangan air merendam sejumlah kawasan, bahkan menelan korban jiwa.
Forum Muda Lampung (FML) Jabodetabek pun angkat bicara, menyoroti lambannya respons pemerintah dalam menangani masalah yang sudah menjadi langganan tahunan.
Ketua Umum FML, Arfan ABP, menilai banjir yang terus berulang ini mencerminkan kegagalan pemerintah dalam menyusun strategi jangka panjang.
Menurutnya, Bandarlampung sudah lebih dari 10 tahun dipimpin oleh sosok yang sama secara bergantian antara Herman HN dan Eva Dwiana, namun solusi nyata untuk mengatasi banjir masih menjadi tanda tanya besar.
“Kepemimpinan di Bandarlampung ini sudah berlangsung lebih dari satu dekade dalam satu lingkaran keluarga.
“Waktu selama itu seharusnya cukup untuk membangun sistem drainase yang layak dan menyusun kebijakan mitigasi banjir yang efektif,” ujar Arfan, Minggu, 23 Februari 2025.
Baca juga : WALHI: Wali Kota Bandarlampung Harus Malu Jika Tak Serius Tangani Banjir
Ia menyoroti bahwa setiap kali banjir terjadi, respons pemerintah cenderung reaktif sekadar memberikan bantuan atau membersihkan sisa-sisa banjir tanpa ada kebijakan konkret untuk mencegah bencana serupa terulang di tahun-tahun berikutnya.
“Banjir ini bukan bencana mendadak, tapi sudah jadi masalah tahunan.
“Seharusnya ada tindakan lebih dari sekadar memberi bantuan setelah kejadian. Warga butuh solusi permanen, bukan sekadar janji,” tegasnya.
Drainase Buruk, Tata Ruang Amburadul
Arfan juga menyoroti buruknya sistem drainase di Bandarlampung.
Menurutnya, penyebab utama banjir bukan semata karena curah hujan tinggi, tetapi juga karena tata kota yang kurang memperhitungkan daya tampung air.
Baca juga : Banjir di Bandarlampung: Rumah, Jalan, dan Jembatan Terkepung Air
“Banyak drainase yang tersumbat dan tidak pernah diperbaiki.
“Ditambah lagi, pembangunan di kota ini sering kali mengabaikan aspek lingkungan.
“Kalau terus begini, jangan heran kalau banjir makin parah tiap tahun,” ujarnya.
FML Soroti Banjir Tahunan di Bandarlampung: Kepemimpinan Panjang, Solusi Tak Kunjung Datang!
FML pun mendesak Pemkot Bandarlampung untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase serta menata ulang kebijakan tata ruang agar lebih ramah lingkungan.
Mereka juga meminta adanya transparansi dalam pengelolaan anggaran penanganan banjir, agar warga bisa mengetahui sejauh mana pemerintah serius dalam menyelesaikan masalah ini.
“Jangan sampai anggaran terus digelontorkan setiap tahun, tapi hasilnya nol. Ini saatnya Pemkot benar-benar bekerja untuk rakyat,” kata Arfan.
Baca juga : Modifikasi Cuaca Lampung, Ahli: Tak Akan Hentikan Banjir!





Lappung Media Network