Lappung – Ide gila Rusmin cara selamatkan BUMN dengan gaji UMR.
Gelombang kasus dugaan korupsi kembali mengguncang Badan Usaha Milik Negara (BUMN), memicu keprihatinan publik di tengah kondisi ekonomi yang sulit.
Baca juga : PDRB Tinggi, Upah Minimum Tulang Bawang Masih Rendah
Sorotan tajam tertuju pada PT Pertamina dan Garuda Indonesia, di mana dugaan praktik korupsi dan inefisiensi mencuat ke permukaan.
Kejaksaan Agung mengungkap dugaan korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang di Pertamina, dengan potensi kerugian negara mencapai Rp193,7 triliun.
Modus operandi yang terungkap meliputi manipulasi produksi kilang, mark-up harga, dan transaksi minyak berkualitas rendah.
Sementara itu, Garuda Indonesia diterpa isu pengadaan pesawat dan mesin pesawat yang bermasalah, serta polemik daftar gaji karyawan yang bocor ke publik.
Baca juga : Fakta Persidangan: Gaji Eks Pekerja PT Wahana Raharja Tak Dibayar Sejak 2021
Menanggapi situasi ini, Rusmin Abdul Gani, seorang pengusaha lokal asal Sulawesi Tenggara, menawarkan ide gila untuk menyelamatkan BUMN dari praktik korupsi.
Ia meyakini, banyak anak bangsa yang memiliki integritas dan profesionalisme, namun belum terkontaminasi dengan pergaulan elit, siap membantu negara dengan standar gaji yang rasional.
“Ini sudah tidak masuk akal. Kondisi ini sungguh di luar akal sehat manusia,” ungkap Rusmin, Jumat, 7 Maret 2025.
Rusmin, yang bergerak di bidang pertambangan dan transportasi, yakin bahwa dengan memberdayakan potensi anak bangsa yang memiliki integritas dan belum terkontaminasi, BUMN dapat keluar dari praktik kotor dugaan korupsi.
Ia bahkan menawarkan solusi ekstrem: mempekerjakan mereka dengan gaji setara Upah Minimum Regional (UMR).
Baca juga : Hari Guru Nasional: Kenapa Penghargaan untuk Guru Masih Terabaikan?
“Kita harus selamatkan BUMN ini. Saya yakin dengan memanfaatkan mereka akan dapat membantu untuk menjadikan BUMN keluar dari praktik kotor dugaan korupsi meski hanya digaji dengan standar UMR,” tegasnya.
Ide Gila Rusmin: Selamatkan BUMN dengan Gaji UMR!
Rusmin yakin, dengan gaji standar dan dukungan operasional, mereka akan termotivasi untuk memaksimalkan hasil BUMN.
Ia juga optimistis, konsolidasi internal dan eksternal BUMN dapat dilakukan dengan cepat, mengingat mereka menguasai kondisi riil di lapangan.
“Bisa cepat mereka bekerja,” ungkapnya.
Ide gila Rusmin ini muncul di tengah harapan publik akan reformasi BUMN yang diamanatkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Dukungan dari pengusaha lokal seperti Rusmin diharapkan dapat menjadi angin segar dalam upaya memberantas korupsi dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap BUMN.
Baca juga : Vonis Banding Korupsi Pajak BPHTB: Hukuman Eks Kepala Bapenda Pringsewu Dipangkas





Lappung Media Network