Lappung – 2 warga negara asing (WNA) asal Pakistan terpaksa harus berurusan dengan pihak berwenang setelah kedapatan meminta sumbangan kepada warga.
Keduanya diamankan oleh tim dari Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandarlampung pada Senin, 7 Juli 2025.
Baca juga : KBRI Phnom Penh Selamatkan Warga Lampung dari Jerat Sindikat Kamboja
Kedua WNA yang diidentifikasi bernama Abdurrahman dan Husain Bux ini diamankan petugas di salah satu penginapan di kawasan Jagabaya, Kecamatan Kedamaian, Bandarlampung, setelah adanya laporan mengenai aktivitas mereka yang meresahkan.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandar Lampung, Said Ismail, mengonfirmasi penindakan tersebut.
Menurutnya, kedua warga Pakistan itu datang ke Lampung dengan modus meminta donasi dari satu masjid ke masjid lainnya.
“Aktivitas mereka di Bandar Lampung ini adalah meminta sumbangan. Mereka mendatangi masjid-masjid untuk mencari sponsor donasi,” ujar Said Ismail, Rabu, 9 Juli 2025.
Baca juga : Hendak Masuk Ilegal dari Malaysia, WNI Asal Lampung Diamankan Petugas
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa kedua WNA tersebut masuk ke Indonesia hanya berbekal visa kunjungan.
Visa jenis ini secara tegas tidak memperbolehkan pemegangnya untuk melakukan aktivitas bekerja atau mencari dana.
Said Ismail menjelaskan, berdasarkan pendalaman yang dilakukan, dana yang berhasil terkumpul dari sumbangan warga rencananya akan dikirimkan ke negara asal mereka.
“Dari pendalaman kami, modus mereka adalah mengumpulkan donasi yang rencananya akan dikirimkan ke negara mereka di Pakistan,” tegasnya.
Hingga saat ini, kedua WNA tersebut masih ditahan di ruang detensi Kantor Imigrasi Bandar Lampung untuk menjalani pemeriksaan lebih intensif.
Baca juga : Polisi Tangkap WNA China di Bandarlampung, Bawa 6 Kg Logam Emas Palsu
Pihak imigrasi masih mendalami sejauh mana kegiatan yang telah mereka lakukan dan apakah ada jaringan lain yang terlibat.
Said juga menambahkan bahwa selama proses pemeriksaan, belum ada pihak mana pun yang datang sebagai penjamin atau sponsor bagi keduanya.
“Selama kami lakukan pemeriksaan, belum ada yang datang mewakili sebagai sponsor. Jadi, mereka masih sendiri dan tidak ada yang mewakili.
“Karena itu, kami masih tahan untuk mendalami sejauh mana kegiatan mereka,” pungkas Said.
Baca juga : Ajang Muda-mudi Lampung Bertemu, Festival Nyambai Bayu Digelar Mei Mendatang





Lappung Media Network