Lappung – Transformasi besar PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) sejak konsolidasi pada Desember 2023 mulai menunjukkan hasil gemilang.
Menurut Komisaris PT Mitratani Dua Tujuh, Mahendra Utama, keberhasilan ini bukan sekadar perubahan administratif, melainkan buah dari perbaikan fundamental yang menjadikan PTPN I sebagai lokomotif baru agribisnis nasional.
Baca juga : PTPN di Era Danantara
Dalam keterangannya, Selasa, 19 Agustus 2025, Mahendra Utama memaparkan bahwa PTPN I kini bergerak dengan strategi yang lebih produktif, berkelanjutan, dan inklusif.
Ia menyoroti beberapa capaian kunci yang menjadi tonggak penting dalam babak baru perusahaan perkebunan pelat merah tersebut.
Kinerja Keuangan Membaik
Mahendra mengungkapkan, salah satu indikator keberhasilan yang paling jelas adalah pemulihan kinerja keuangan.
Ia mencontohkan PTPN I Regional 2 yang berhasil mencetak laba sekitar Rp70 miliar pada kuartal I 2025, sebuah lompatan signifikan setelah sebelumnya beroperasi dalam kondisi merugi.
“Ini adalah bukti nyata bahwa perbaikan di level operasional benar-benar berjalan.
“Pencapaian ini bukan efek sesaat dari harga komoditas, melainkan hasil dari peningkatan produktivitas tanaman dan efisiensi manajemen yang diterapkan secara disiplin,” jelas Mahendra.
Baca juga : Jejak 1 Tahun Hygreen, Produk Anak PTPN Group di Pasar Nasional
Lebih lanjut, ia menggarisbawahi pentingnya komitmen perusahaan terhadap prinsip Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG).
Menurutnya, raihan 3 penghargaan di Indonesia Sustainability Award awal 2025, termasuk “The Best Company for Comprehensive ESG Implementation Practices,” menegaskan bahwa PTPN I serius menyeimbangkan target laba dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Peran Strategis dalam Ketahanan Pangan Nasional
Mahendra juga mengapresiasi langkah PTPN I dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Salah satu wujudnya adalah melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan menyerap puluhan ton beras premium dari Bulog untuk didistribusikan secara terukur.
Menurutnya, langkah ini sejalan dengan visi Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, yang berkomitmen penuh pada penugasan negara.
Mahendra mengutip pernyataan Teddy,
“Kami berkomitmen dalam menjalankan penugasan negara dalam kedaulatan pangan nasional. Kami memahami peran (Bulog) sangat strategis dalam membangun ekosistem yang ramah kepada petani, rakyat, dan pedagang komoditas pangan.”
“Strategi distribusinya yang tidak tumpang tindih dengan pasar lokal menunjukkan perencanaan yang matang, yaitu menstabilkan harga tanpa merusak ekosistem yang sudah ada,” tambah Mahendra.
Visi Jangka Panjang: Hilirisasi Kelapa
Terobosan paling strategis, menurut Mahendra, adalah rencana PTPN I untuk mengembangkan komoditas kelapa di lahan seluas 50 ribu hektare.
Ia sepakat dengan pandangan manajemen PTPN I bahwa kedaulatan pangan harus dilihat secara lebih luas.
Baca juga : Karya Anak PTPN Group Mendunia
“Seperti yang ditegaskan Dirut PTPN I, kedaulatan pangan bukan hanya soal beras, minyak, dan gula.
“Ada ekosistem bahan pangan pendukung lain yang potensinya luar biasa, dan hilirisasi kelapa adalah salah satunya,” papar Mahendra.
Rencana pengembangan di berbagai provinsi seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, hingga NTT ini dinilainya sebagai langkah visioner yang tidak hanya akan memperkuat ketahanan pangan tetapi juga menciptakan pusat-pusat ekonomi baru di daerah.
Jalan Panjang Penuh Optimisme
Meskipun menunjukkan banyak capaian positif, Mahendra mengingatkan bahwa perjalanan transformasi masih panjang.
Tantangan seperti fluktuasi harga komoditas, kebutuhan investasi, hingga integrasi budaya korporat pasca merger tetap menjadi agenda penting.
“Namun, dengan visi yang jelas dari kepemimpinan, khususnya dari Bapak Teddy Yunirman Danas, ada optimisme besar bahwa PTPN I mampu menjadi penopang ketahanan pangan, penyumbang devisa, sekaligus aset strategis nasional.
“Kuncinya adalah konsistensi, disiplin, dan transparansi,” pungkasnya.
Baca juga : Sang Pelurus Asam Pucuk, Puisi untuk Guru Besar PTPN





Lappung Media Network