Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Pemerintahan » PPAT Punya Peran Krusial dalam Peralihan Hak Atas Tanah

    PPAT Punya Peran Krusial dalam Peralihan Hak Atas Tanah

    Kantor Pertanahan Kota Bima

    Muhammad SA by Muhammad SA
    11/09/2025
    in Pemerintahan
    Kepala Kantor Pertanahan Kota Bima, Hodidjah.

    Kepala Kantor Pertanahan Kota Bima, Hodidjah,

    Share on FacebookShare on Twitter

    LAPPUNG – Kepala Kantor Pertanahan Kota Bima, Hodidjah, menegaskan bahwa peralihan hak atas tanah maupun hak milik atas satuan rumah susun hanya sah apabila dibuktikan dengan akta yang dibuat Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

    Proses tersebut harus dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

    “Peralihan hak dapat terjadi melalui jual beli, tukar-menukar, hibah, pemasukan dalam perusahaan, atau perbuatan hukum lainnya. Namun, pendaftarannya baru bisa dilakukan jika ada akta otentik dari PPAT,” jelas Hodidjah dalam keterangannya, Kamis (11/9/2025).

    Ia menambahkan, akta tersebut wajib dibuat dengan kehadiran para pihak terkait dan disaksikan oleh dua orang saksi yang memenuhi syarat hukum.

    Mengacu pada PP Nomor 37 Tahun 1998, PPAT merupakan pejabat umum yang berwenang membuat akta otentik mengenai perbuatan hukum tertentu atas tanah maupun rumah susun.

    “Akta ini menjadi dasar pendaftaran perubahan data tanah di Kantor Pertanahan,” jelasnya.

    Namun, PPAT juga memiliki kewenangan untuk menolak pembuatan akta.

    Berdasarkan Pasal 39 PP Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, penolakan bisa dilakukan jika sertifikat asli tidak diserahkan, tanah masih dalam sengketa, pihak yang terlibat tidak memenuhi syarat, hingga adanya penggunaan surat kuasa mutlak yang pada hakikatnya memindahkan hak.

    “Penolakan tersebut wajib disampaikan secara tertulis kepada pihak terkait beserta alasannya,” tambah Hodidjah.

    Adapun perbuatan hukum yang dimaksud mencakup jual beli, tukar-menukar, hibah, pembagian hak bersama, pemberian hak guna bangunan, pemberian hak tanggungan, hingga pemasukan tanah ke dalam perusahaan.

    Semua akta yang dibuat PPAT harus sesuai dengan wilayah kerjanya.

    Dengan aturan ini, Hodidjah menekankan pentingnya peran PPAT dalam menjaga kepastian hukum, mencegah sengketa, dan memastikan setiap peralihan hak tanah berlangsung transparan serta sesuai perundang-undangan.

    Tags: BPNKota BimaPeralihan Hak Atas TanahPPAT
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Tercoreng Kasus Keracunan, Program Makan Gratis Prabowo Diawasi Super Ketat di Lampung

    Next Post

    Tampung 13000 Jemaah, Masjid Terbesar Al-Bakrie Bandarlampung Gelar Salat Jumat Perdana

    Related Posts

    Kantah Palangka Raya
    Pemerintahan

    Kantah Palangka Raya Fokus Peningkatan Kualitas Pelayanan

    04/11/2026
    Kantor Pertanahan Kabupaten Banyuasin
    Pemerintahan

    Kantor Pertanahan Banyuasin Gelar Pembahasan Kasus Pertanahan

    04/11/2026
    Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Banyuasin, Lucky Ariansa, S.H., M.H., mengikuti audiensi Pimpinan Regional Head PTPN VI Regional VII Lampung bersama Bupati Banyuasin.
    Pemerintahan

    Kantah Banyuasin Ikuti Audiensi Bersama PTPN VI Regional VII

    22/10/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Perspektif Psikologi tentang Membaca Garis Tangan

      Perspektif Psikologi tentang Membaca Garis Tangan: Mengungkap Fakta Ilmiah atau Sekadar Mitos?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • LEIF 2026: Hilirisasi Lampung dan Strategi Modal Berkelanjutan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Way Kanan 2026: PDRB Melaju, Mampukah Kepemimpinan Ayu Menyejahterakan?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Aksesibilitas Ciputra Sentul ke Bandara Halim dan Gambir

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kesiapan Lampung Menuju Hilirisasi Kakao Indonesia

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Memahami Arti Jumlah Luk pada Keris: Makna Filosofis di Balik Lekukan Bilah Pusaka Nusantara

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved