Lappung – Proyek strategis Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung untuk mendirikan Rumah Sakit Hewan (RSH) rujukan tingkat provinsi kini memasuki tahap akhir.
Meski bangunan fisik sudah hampir rampung, penyelesaian fasilitas vital ini masih membutuhkan suntikan dana yang cukup besar untuk dapat beroperasi secara penuh.
Baca juga : Tarif Rp10 Ribu, Lampung Gencarkan Vaksinasi Rabies untuk Hewan Peliharaan
RSH yang digadang-gadang akan menjadi pusat layanan kesehatan satwa modern sekaligus garda terdepan pengendalian penyakit zoonosis ini menghadapi tantangan dalam pemenuhan anggaran.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Lampung, Lili Mawarti, mengonfirmasi bahwa progres pembangunan telah berjalan signifikan sejak dimulai pada 2023.
Namun, untuk melengkapi sarana, prasarana, dan berbagai fasilitas canggih di dalamnya, dibutuhkan alokasi dana tambahan.
“Dari total kebutuhan anggaran sekitar Rp8 miliar, pembangunan tahap awal didukung oleh APBD Provinsi Lampung sebesar Rp1,8 miliar,” jelas Lili Mawarti, dikutip pada Minggu, 5 Oktober 2025.
“Proses penyelesaian gedung serta pengadaan fasilitas di dalamnya masih membutuhkan perhatian dan anggaran yang cukup besar agar bisa segera fungsional,” tambahnya.
Karena itu, pihaknya sangat berharap adanya dukungan dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari kementerian terkait.
Bantuan ini dinilai krusial untuk mempercepat realisasi rumah sakit hewan yang sangat dinantikan oleh masyarakat dan para pemilik hewan di Lampung.
“Kami sangat berharap ada bantuan DAK untuk membantu percepatan penyelesaian pembangunan ini,” tegasnya.
Baca juga : HK Cegah Hewan Seberangi JTTS
Menurut Lili, kehadiran RSH Provinsi Lampung memiliki dua peran strategis.
Pertama, sebagai pusat layanan kesehatan hewan modern yang mampu menangani kasus-kasus kompleks.
Kedua, sebagai benteng pertahanan dalam pengendalian penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia (zoonosis), seperti rabies.
“Ini adalah sarana vital untuk memberikan pelayanan kesehatan hewan modern, sekaligus upaya efektif kita dalam pengendalian penyakit zoonosis,” ujar Lili.
Ia juga meluruskan bahwa fasilitas ini akan berfungsi sebagai rumah sakit rujukan utama di provinsi.
Sebelumnya, Lampung telah memiliki RSH di Kota Metro.
“Ini memang bukan rumah sakit hewan pertama, tetapi ini adalah rumah sakit hewan rujukan.
“Nantinya, satwa yang sakit dari berbagai klinik hewan di seluruh kabupaten akan bisa mendapatkan pelayanan lanjutan yang lebih komprehensif di sini,” terangnya.
Baca juga : Peringkat 1 Dunia Pengunggah Video Penyiksaan Hewan. Netizen Ragukan Laporan SMACC





Lappung Media Network