Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Budaya » Pempek: Cemilan Legendaris Sumbagsel

    Pempek: Cemilan Legendaris Sumbagsel

    Irzon Dwi Darma by Irzon Dwi Darma
    22/10/2025
    in Budaya
    Pempek: Cemilan Legendaris Sumbagsel

    Makanan Pempek dalam segala varian. Foto: Istimewa

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Pempek, kuliner legendaris berbahan dasar ikan dan sagu, tidak hanya menjadi primadona di meja makan, tetapi telah menjelma sebagai pilar ekonomi vital di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

    Dengan nilai sejarah yang panjang, makanan khas ini kini tengah diperjuangkan untuk mendapatkan pengakuan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dari UNESCO.

    Baca juga : Seporsi Makanan Seharga Rumah? Ini Daftarnya

    Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, menyatakan bahwa pempek telah membuktikan diri sebagai kekuatan ekonomi dan budaya yang berkelanjutan di Sumbagsel, yang mencakup Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi, dan Bangka Belitung.

    “Pempek bukan cuma soal nostalgia atau kebanggaan daerah.

    “Ini adalah bisnis nyata yang menghidupi ribuan keluarga,” ujar Mahendra Utama dalam keterangannya, Rabu, 22 Oktober 2025.

    Penggerak Ekonomi Riil

    Signifikansi ekonomi pempek, menurut Mahendra, tidak bisa dipandang sebelah mata.

    Ia merujuk data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumatera Selatan, yang mencatat pengiriman pempek dari Palembang ke berbagai daerah di Indonesia bisa mencapai 6 hingga 8 ton setiap harinya.

    “Bayangkan berapa banyak keluarga yang bergantung dari produksi dan penjualan pempek.

    “Industri rumahan ini telah menjadi salah satu penopang ekonomi utama di wilayah Sumbagsel,” jelasnya.

    Guyuran kuah cuko yang asam, manis, dan pedas, lanjutnya, tak hanya memanjakan lidah tetapi juga menggerakkan roda perekonomian lokal secara masif.

    Berjuang Menuju Panggung Dunia

    Upaya membawa pempek ke panggung dunia kini difokuskan pada pengusulannya ke UNESCO.

    Mahendra Utama menekankan bahwa langkah ini krusial untuk pelestarian dan pengakuan global.

    “Ini bukan sekadar soal gengsi atau pengakuan internasional.

    “Ini adalah tentang menjaga agar pempek tetap lestari, agar generasi mendatang tetap mengenal, dan agar dunia tahu kekayaan kuliner Indonesia yang luar biasa,” tegas Mahendra.

    Jejak Sejarah dari Era Sriwijaya

    Mahendra menjelaskan, jejak sejarah pempek dapat ditelusuri hingga era Kerajaan Sriwijaya pada abad ke-7 Masehi.

    Baca juga : Lampung Menyambutmu dengan Semangat Kolaborasi di Lampung Fest 2025

    Bukti sejarah merujuk pada catatan tanaman sagu dalam Prasasti Talang Tuo.

    “Dulu makanan ini dikenal sebagai kelesan, merujuk pada cara pembuatannya yang harus ditekan-tekan agar adonan kalis,” kata Mahendra.

    Nama pempek sendiri, tambahnya, diperkirakan baru populer sekitar tahun 1920-an.

    Nama itu diyakini berasal dari panggilan Apek (panggilan khas untuk kakek Tionghoa) kepada pedagang yang menjajakannya.

    “Ini juga bukti bagaimana budaya lokal dan Tionghoa bisa menyatu dengan harmonis melalui kuliner,” ujarnya.

    Kekayaan pempek juga terletak pada ragam jenisnya yang menawarkan cita rasa berbeda.

    Beberapa yang paling populer di antaranya adalah Pempek Kapal Selam (berisi telur ayam utuh), Pempek Lenjer (bentuk silinder klasik), Pempek Lenggang (dipanggang dengan campuran telur), dan Pempek Pistel (berisi tumisan pepaya muda).

    “Dari meja makan keluarga hingga panggung dunia, pempek terus menginspirasi dan membuktikan bahwa makanan tradisional bisa menjadi kekuatan ekonomi berkelanjutan,” tutup Mahendra.

    Baca juga : Changok Ghaccak Resmi Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya Lampung Utara

    Tags: #KulinerSumbagsel#MakananKhasNusantara#PempekKapalSelam#PempekPalembang#WarisanBudayaIndonesia
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Lampung Dapat Jatah Rp919 Miliar dari Akad Massal KUR Nasional

    Next Post

    TP PKK dan Muslimat Dewan Dakwah Lampung Jajaki Kolaborasi Pemberdayaan

    Related Posts

    Aturan Baru! Saat Kamis Beradat, Dilarang Gengsi Bicara Bahasa Lampung
    Budaya

    Aturan Baru! Saat Kamis Beradat, Dilarang Gengsi Bicara Bahasa Lampung

    15/01/2026
    Festival Kreasi Inklusi Indonesia (FKII) 2025 mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Depok
    Budaya

    Festival Kreasi Inklusi Indonesia 2025: Dukung Hak Disabilitas

    29/11/2025
    Unik, Jersey Festival Way Kambas Padukan Ikon Gajah dan Situs Purba
    Budaya

    Unik, Jersey Festival Way Kambas Padukan Ikon Gajah dan Situs Purba

    10/11/2025
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Sering Sebut Galer? Selamat, Istilahmu Kini Resmi Masuk KBBI

      Sering Sebut Galer? Selamat, Istilahmu Kini Resmi Masuk KBBI

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kakanwil BPN Sumsel Sambangi Kantah Banyuasin

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Terkuak! Rp200 Miliar untuk Pelunasan Perkara Sugar Group di Mahkamah Agung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • PDRB Bandarlampung Versus PDRB Palembang: Siapa Unggul?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mayjen Kristomei Sianturi, Putra Kotabumi Lampung, Jabat Pangdam Radin Inten

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved