Lappung – Ada yang berbeda dari penyelenggaraan Lampung Fest 2025.
Festival yang akan berlangsung pada 11-25 November di Bandarlampung ini digelar murni atas dasar gotong royong, tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Baca juga : Lampung Fest 2025: Ketika Daerah Berani Mandiri dan Kolaborasi
Festival itu diinisiasi oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dengan mengusung konsep “dari, oleh, dan untuk masyarakat”.
Tujuannya adalah membuktikan bahwa kolaborasi antara komunitas kreatif, pelaku usaha (UMKM), dan masyarakat mampu menggerakkan sektor pariwisata secara mandiri.
Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, menilai langkah tersebut sebagai terobosan yang menunjukkan kekuatan sejati dari kolaborasi warga.
“Festival ini lahir bukan dari anggaran pemerintah, melainkan dari gotong royong masyarakat.
“Sederhana, tapi maknanya sangat kuat,” ujar Mahendra Utama, Rabu, 22 Oktober 2025.
Menurut Mahendra, inisiatif ini membuktikan bahwa untuk menggerakkan pariwisata, tidak perlu selalu menunggu anggaran besar atau fasilitas mewah.
“Cukup semangat dan kerja sama,” tegasnya.
Selama 15 hari penyelenggaraan, Lampung Fest 2025 menargetkan kunjungan hingga 300.000 orang.
Sektor kuliner dan musik akan menjadi daya tarik utama, ditopang penuh oleh partisipasi UMKM lokal yang akan memamerkan produk-produk khas mereka.
Baca juga : Inisiasi Perdana Gubernur Mirza: Lampung Fest 2025 Tanpa APBD
Pihak penyelenggara menyatakan, hampir semua acara dan area festival dapat dinikmati secara gratis oleh pengunjung.
Hanya beberapa pertunjukan musik atau konser tertentu yang akan memberlakukan tiket berbayar.
Mahendra Utama menambahkan, festival ini bukan sekadar pesta seni dan makanan, tetapi menjadi kesempatan bagi pengunjung untuk merasakan energi dan keramahan khas Lampung.
Ia melihat masyarakat kini tidak lagi pasif menunggu wisatawan, tetapi aktif menciptakan alasan agar wisatawan datang.
“Lampung Fest adalah bukti bahwa pariwisata tidak melulu soal destinasi megah, tetapi tentang semangat dan kebersamaan.
“Jika Anda ingin melihat Indonesia yang lebih hidup dan kreatif, datanglah. Jadilah bagian dari gerakan ini,” pungkasnya.
Baca juga : Dari Seruit hingga Karnaval Topeng, K-Fest 2025 Rayakan Kekayaan Lampung





Lappung Media Network