Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Budaya » Lampung Fest 2025: Ketika Daerah Berani Mandiri dan Kolaborasi

    Lampung Fest 2025: Ketika Daerah Berani Mandiri dan Kolaborasi

    Irzon Dwi Darma by Irzon Dwi Darma
    21/10/2025
    in Budaya
    Lampung Fest 2025: Ketika Daerah Berani Mandiri dan Kolaborasi

    Lampung Fest 2025. Foto: Istimewa

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Penyelenggaraan Lampung Fest 2025 menjadi sorotan dan menuai pujian publik.

    Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dinilai membuat gebrakan karena berhasil menggelar festival berskala besar tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

    Baca juga : Inisiasi Perdana Gubernur Mirza: Lampung Fest 2025 Tanpa APBD

    Acara yang bakal dihelat pada 11-25 November 2025 mendatang, sepenuhnya ditopang oleh pendanaan dari pihak swasta, sponsor, dan partisipasi aktif pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

    Selain itu, pemerintah daerah memberikan kepercayaan penuh kepada anak-anak muda yang tergabung dalam Forum Lampung Kreatif (FOLK) sebagai motor penggerak utama.

    Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, menyebut langkah ini sebagai terobosan signifikan yang memutus pola lama penyelenggaraan acara daerah.

    “Selama ini kita tahu sendiri, banyak event daerah cuma jadi beban anggaran.

    “Seremonial, foto-foto, lalu selesai. Dampak ekonominya nyaris nol,” ujar Mahendra Utama, Selasa, 21 Oktober 2025.

    Menurutnya, dengan model pendanaan mandiri ini, alokasi APBD yang biasanya tersedot untuk acara seremonial kini bisa difokuskan kembali pada kebutuhan dasar masyarakat.

    “Hasilnya, uang rakyat yang biasanya habis untuk dekorasi panggung kini bisa dialihkan ke yang lebih mendesak, sekolah, puskesmas, atau perbaikan jalan rusak,” tegasnya.

    Di sisi lain, Mahendra turut menyoroti perubahan paradigma dalam tata kelola festival ini.

    Kunci kesegaran Lampung Fest 2025, menurutnya, adalah keberanian Gubernur Mirza untuk memercayakan eksekusi kepada komunitas.

    “Yang lebih segar lagi, Gubernur Mirza percaya penuh pada anak muda. Forum Lampung Kreatif (FOLK) diberi ruang luas sebagai motor penggerak,” jelas Mahendra.

    Dalam model ini, lanjutnya, pemerintah hanya bertindak sebagai fasilitator, bukan lagi mengatur segala hal dari A sampai Z.

    “Alhasil, festival bukan lagi proyek pemerintah yang harus sukses, tapi pesta rakyat yang tumbuh dari semangat komunitas sendiri,” imbuhnya.

    Baca juga : Dari Seruit hingga Karnaval Topeng, K-Fest 2025 Rayakan Kekayaan Lampung

    Festival ini pun mengusung tema Coffee and Tourism.

    Pemilihan tema tersebut dianggap sangat strategis untuk mengangkat citra Kopi Robusta Lampung, yang kualitasnya sudah diakui di pasar internasional, sebagai daya tarik utama.

    “Pengunjung tak sekadar menikmati musik atau kuliner, tapi juga berkenalan dengan produk unggulan daerah, dari petani hingga kedai kopi,” tambah Mahendra.

    Cetak Biru untuk Daerah Lain

    Mahendra Utama menyimpulkan bahwa Lampung Fest 2025 bukan sekadar festival biasa.

    Ia melihatnya sebagai sebuah eksperimen sukses dari model tata kelola baru yang partisipatif.

    “Ini eksperimen tata kelola baru, pemerintah yang percaya pada rakyatnya, swasta yang mau turun tangan, dan komunitas yang diberi kepercayaan untuk berkarya,” paparnya.

    Ia berharap apa yang dilakukan di Lampung ini bisa menjadi cetak biru (blueprint) dan inspirasi bagi daerah-daerah lain di Indonesia untuk berani mandiri.

    “Jika Lampung berhasil, ini bisa jadi cetak biru untuk daerah lain.

    “Ini bukan soal budget besar, tapi soal keberanian keluar dari zona nyaman dan mengajak semua pihak duduk bersama membangun sesuatu yang nyata. Saatnya daerah lain ikut berani,” pungkasnya.

    Baca juga : Ajang Muda-mudi Lampung Bertemu, Festival Nyambai Bayu Digelar Mei Mendatang

    Tags: #DaerahBeraniMandiri#EventTanpaBebanAPBD#GoodGovernanceDimulaiDariSini#KolaborasiUntukRakyat#LampungFest2025
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Kritik Membangun Rosan Roeslani untuk Pengelola BUMN

    Next Post

    Paket Komplet, Pria di Lampung Tengah Jadi Bandar Narkoba dan Perakit Senjata

    Related Posts

    Perbedaan Lampung Saibatin dan Pepadun
    Budaya

    Perbedaan Lampung Saibatin dan Pepadun, Apa Saja?

    22/04/2026
    Aturan Baru! Saat Kamis Beradat, Dilarang Gengsi Bicara Bahasa Lampung
    Budaya

    Aturan Baru! Saat Kamis Beradat, Dilarang Gengsi Bicara Bahasa Lampung

    15/01/2026
    Festival Kreasi Inklusi Indonesia (FKII) 2025 mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Depok
    Budaya

    Festival Kreasi Inklusi Indonesia 2025: Dukung Hak Disabilitas

    29/11/2025
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Mengurai Pola dan Model Bisnis Gudang SRG

      Mengurai Pola dan Model Bisnis Gudang SRG: Solusi Cerdas Petani Modern Tangkal Harga Anjlok

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Menakar Ambisi Hilirisasi Energi di Kawasan Industri Katibung Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Sore yang Berbeda di ‘Rumah Ketiga’ Warga Bandarlampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Pemprov Lampung Raih Penghargaan Adhi Manawa Nugraha Madya BKN

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kota Metro Naik Kelas, Pusat Kuliner Baru Lampung?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mengenal Kain Tapis Lampung: Warisan Budaya Nusantara yang Bernilai Seni Tinggi dan Mendunia

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved