Lappung – Menteri Lingkungan Hidup (Menteri LH), Hanif Faisol Nurofiq, memastikan penanganan cengkeh yang terkontaminasi radioaktif Cesium-137 (Cs-137) di Lampung Selatan telah tuntas.
Baca juga : Buntut Temuan Radioaktif, Karantina Pastikan Ekspor Cengkeh Langsung dari Lampung ke AS Tidak Ada
Sumber paparan yang teridentifikasi berasal dari area pemakaman kini telah ditangani secara permanen.
Hanif menjelaskan, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Cesium-137 telah merampungkan tugasnya di lokasi temuan di Lampung.
“Satgas telah menyelesaikan penanganan radionuklida cesium 137 di Lampung Selatan.
“Jadi yang Lampung Selatan, di pemakaman sudah disemen, sehingga untuk Lampung posisinya sudah clear,” ungkap Hanif, dilansir pada Senin, 3 November 2025.
Meski kasus di Lampung dinyatakan selesai, Hanif menyebut pihaknya kini turut memantau penanganan kasus serupa yang menimpa komoditas cengkeh ekspor asal Surabaya, Jawa Timur.
Cengkeh tersebut terpaksa dikembalikan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) setelah terdeteksi adanya kontaminasi radioaktif.
“Kami sudah ikut ke Surabaya, mendapat laporan dari tim Gagana (polisi), akan segera ditangani,” jelas Hanif.
Ia mengapresiasi kerja cepat Satgas gabungan di daerah dan pusat.
“Mudah-mudahan selesai sebelum tahun baru,” tuturnya.
Sebelumnya, di Jawa Timur, Gubernur Khofifah Indar Parawansa bergerak cepat untuk mencegah dampak ekonomi yang lebih luas akibat temuan tersebut.
Baca juga : Satu Perkebunan di Lampung Jadi Sumber Paparan Cesium-137, Pemerintah Buru Asal Kontaminasi
Khofifah mengaku telah menghubungi langsung Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko.
Gubernur meminta BRIN segera turun tangan menangani satu kontainer berisi cengkeh suspek Cs-137 yang tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
“BRIN turun untuk mengidentifikasi,” kata Khofifah belum lama ini.
Khofifah menegaskan pentingnya penanganan yang serius.
Ia khawatir jika kasus ini tidak ditangani dengan tuntas, akan berdampak sistemik pada produk-produk ekspor Jawa Timur lainnya.
“Saya berdiskusi panjang dengan Kepala BRIN Pak Laksana terkait tahapan-tahapan penanganannya,” ujar Khofifah.
Seperti diketahui, kasus kontaminasi radioaktif pada komoditas sebelumnya juga terdeteksi pada udang ekspor asal Cikande, Serang, Banten.
Dilaporkan, petugas saat ini telah menyelesaikan proses dekontaminasi di 22 pabrik yang terpapar di wilayah tersebut.
Baca juga : Tak Cukup di Bakauheni, Pengawasan Penyelundupan Dimulai dari Hulu





Lappung Media Network