Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Pemerintahan » Potensi Hilirisasi Lampung Rp130 Triliun Menganggur, Gubernur Ajak Investor

    Potensi Hilirisasi Lampung Rp130 Triliun Menganggur, Gubernur Ajak Investor

    Irzon Dwi Darma by Irzon Dwi Darma
    05/11/2025
    in Pemerintahan
    Potensi Hilirisasi Lampung Rp130 Triliun Menganggur, Gubernur Ajak Investor

    Gubernur Mirza (kiri) dalam forum bergengsi Lampung Economic and Investment Forum (LEIF) 2025. Foto: Adpim

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal membeberkan potensi ekonomi raksasa yang belum tergarap di provinsinya.

    Di hadapan investor nasional dan duta besar negara sahabat, ia menyebut ada potensi hilirisasi sektor pertanian senilai Rp130 triliun yang masih menganggur dan terbuka lebar untuk investasi.

    Baca juga : Hilirisasi Bangun Lampung Emas

    Ajakan ini disampaikan langsung oleh Gubernur Mirza dalam forum bergengsi Lampung Economic and Investment Forum (LEIF) 2025, yang digelar di Ballroom Pulmann Jakarta, kemarin.

    “Yang membedakan Lampung adalah pertumbuhan ekonominya ditopang pertanian, bukan industri atau energi,” ujar Mirza dalam paparannya, dikutip pada Rabu, 5 November 2025.

    Ia merinci, sektor pertanian dan perkebunan menyumbang PDRB senilai Rp150 triliun.

    Namun, ia menyoroti fakta tajam bahwa dari angka tersebut, baru sekitar Rp20 triliun yang diolah di dalam provinsi.

    “Artinya, potensi hilirisasi masih terbuka sangat lebar. Ini adalah peluang emas,” tegas Gubernur.

    Forum LEIF 2025, yang bertema Explore the Potential: Lampung Investment Opportunities for Sustainable Growth, merupakan kolaborasi Pemprov Lampung dengan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung.

    Acara ini dirancang sebagai etalase strategis untuk menarik modal nasional dan internasional.

    Untuk meyakinkan investor, Gubernur Mirza memberikan 3 jaminan utama.

    “Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi investor dengan jaminan keamanan, infrastruktur yang siap, dan tenaga kerja yang melimpah,” paparnya, didampingi Wakil Gubernur Jihan Nurlela.

    Baca juga : Kementan Kucurkan Rp180 Miliar, Lampung Jadi Target Utama Hilirisasi Pangan

    Mirza juga memaparkan deretan komoditas unggulan yang siap di hilirisasi.

    Lampung saat ini merupakan produsen singkong terbesar nasional (60-70 persen produksi RI) dan salah satu yang terbesar di dunia.

    Provinsi ini juga pemasok utama beras (peringkat 5 nasional) dan jagung (peringkat 3 nasional).

    Di sektor perkebunan, Lampung menyumbang 70 persen ekspor kopi robusta Indonesia.

    Namun, Mirza menyayangkan sebagian besar masih diekspor dalam bentuk mentah (green bean).

    “Ke depan kami akan dorong ekspor produk olahan seperti kopi bubuk dan tasting coffee untuk meningkatkan nilai tambah,” katanya.

    Tak hanya agroindustri, Lampung juga menawarkan peluang di sektor energi terbarukan.

    Mirza mengungkap proyek ambisius yang sedang berjalan.

    “Kami baru saja memulai pembangunan green hydrogen dari panas bumi, yang merupakan proyek pertama di dunia,” ungkapnya, seraya menyebut potensi besar bioetanol, energi angin, dan floating solar panel di 3 bendungan besar.

    Gubernur menjelaskan bahwa Lampung didukung konektivitas prima, mulai dari Tol Trans Sumatera, jalur kereta api, 3 bandara, hingga pelabuhan berstandar internasional dengan kedalaman minus 25 meter.

    Kesiapan sumber daya manusia juga menjadi nilai jual.

    Sebanyak 71 persen penduduk Lampung berusia produktif dengan Upah Minimum Regional (UMR) yang kompetitif, sekitar Rp2,3 juta per bulan.

    “Tenaga kerja kami mudah dilatih, banyak lulusan SMK serta universitas yang relevan dengan industri,” tambahnya.

    Kepercayaan investor terbukti terus meningkat. Pada tahun 2025, nilai investasi di Lampung tercatat mencapai Rp12,95 triliun, melonjak 30 persen dari tahun sebelumnya.

    Singapura, Korea Selatan, Malaysia, Australia, dan Tiongkok menjadi investor utama.

    Gubernur Mirza menutup paparannya dengan visi kolaborasi, menegaskan bahwa pemerintah akan menjadi mitra strategis dunia usaha.

    “Kami sepakat, yang harus berada di garis depan pertumbuhan ekonomi adalah pelaku usaha.

    “Pemerintah akan memastikan investasi di Lampung tumbuh cepat dan berkelanjutan,” pungkasnya.

    Baca juga : Temui Menperin, Lampung Dorong Status Prioritas Nasional untuk Hilirisasi Pangan

    Tags: Green HydrogenGubernur LampungHilirisasiInfrastruktur LampungInvestasi LampungInvestorLampungLEIF 2025Pemprov LampungPertanian LampungPertumbuhan EkonomiPotensi Ekonomi LampungRahmat Mirzani Djausal
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Pulang ke Jawa, Gus Atoilah Sisakan Cahaya Ilmu di Lampung

    Next Post

    Waspada! Cuaca Ekstrem Ancam Rute Vital Merak-Bakauheni Hingga Februari

    Related Posts

    Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah bertemu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X membahas transformasi perkotaan nasional.
    Pemerintahan

    Fahri Hamzah: Presiden Prabowo Siapkan Revolusi Kota

    16/07/2026
    Kantah Banyuasin Matangkan Persiapan Raih Predikat WBK Perkuat Zona Integritas3
    Pemerintahan

    Matangkan Predikat WBK Pembangunan Zona Integritas

    16/07/2026
    Kantor Pertanahan Kota Palangka Raya Gelar Supervisi Redistribusi Tanah
    Pemerintahan

    BPN Kalteng Genjot Kualitas Redistribusi Tanah

    15/07/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Menjelajah Kuliner Metro

      Menjelajah Kuliner Metro: Rujak Petir dan Campanella yang Menggoda

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Menghubungkan Tokoh Bangsa dan Daerah dalam Peta Bandar Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Harmoni dan Sejarah: Urgensi Penataan Nama Jalan di Bandar Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Potensi Rute Penerbangan Langsung Radin Inten II Menuju Konektivitas Global

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Menyeruput Ketenangan Pagi Bersama Kopi Robusta Heler Way Kanan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Lampung Mendunia, Dua Rute Baru TransNusa dan Harapan Baru Warga

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved